Karhutla Kalteng Hanguskan 20 Ribu Hektare, Asap Masih Pekat
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menimbulkan dampak serius. Hingga 23 Oktober 2026, luas lahan yang terbakar secara kumulatif telah mencapai 20.108,18 hektare dari 6.952 kejadian.
Data tersebut berasal dari laporan rutin Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng.
Di tengah besarnya luas kebakaran, kabut asap masih menyelimuti Kota Palangka Raya pada Sabtu (24/10/2026).
Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat dan memperbesar risiko kesehatan akibat paparan partikel polutan.
Palangka Raya Catat 957 Kejadian Karhutla
Khusus Kota Palangka Raya, laporan posko mencatat 957 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.286,94 hektare.
Pada laporan harian 23 Oktober pukul 18.00 WIB, terdapat 51 kejadian karhutla di seluruh Kalimantan Tengah dengan luas terbakar 140,31 hektare.
Dari jumlah itu, Palangka Raya mencatat tiga kejadian dengan luas lahan terbakar 15,95 hektare.
Angka tersebut menunjukkan kebakaran masih berlangsung meskipun pemerintah telah mengerahkan personel dan sumber daya untuk mempercepat pemadaman.
Asap Pekat Ganggu Pengendara
Kabut asap tebal terlihat menyelimuti kawasan Jalan RTA Milono, Palangka Raya, pada Sabtu siang.
Sejumlah warga mengeluhkan jarak pandang yang semakin terbatas ketika berkendara.
Wina, salah seorang warga, mengaku harus mengurangi kecepatan kendaraan agar tetap aman saat melintasi jalan yang dipenuhi asap.
Warga lainnya juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kabut asap yang belum mereda.
Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap aktivitas masyarakat, terutama mereka yang tetap harus bekerja dan melakukan perjalanan di luar rumah.
Masyarakat Diminta Batasi Aktivitas
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat di wilayah terdampak karhutla mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada balita, ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Besarnya akumulasi luas kebakaran menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempercepat pemadaman, mencegah titik api baru, dan memastikan akses perlindungan kesehatan bagi warga.
Selain itu, perkembangan jumlah kejadian serta luas lahan terbakar perlu terus diumumkan secara transparan agar masyarakat memperoleh gambaran kondisi yang sebenarnya.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan






Tinggalkan Balasan