Kabut Asap Ganggu Dua Bandara di Kalteng
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di dua bandara utama Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya dan Bandara Haji Asan Sampit, Rabu (14/10/2026). Sejumlah calon penumpang mengalami gangguan perjalanan hingga terpaksa membatalkan keberangkatan.
Di Palangka Raya, kabut asap pekat menyelimuti kawasan perkotaan hingga mengubah warna langit menjadi kuning kecokelatan. Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang dan berdampak langsung terhadap operasional transportasi udara.
Berdasarkan liputan langsung Cyrustimes, gangguan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut membuat sejumlah calon penumpang tidak dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal.
Lutfi Batal Terbang ke Jakarta
Salah satu calon penumpang yang terdampak adalah Lutfi. Ia terpaksa membatalkan rencana keberangkatan menuju Jakarta akibat gangguan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut.
Pengalaman Lutfi yang diwawancarai Cyrustimes memperlihatkan dampak langsung kabut asap terhadap mobilitas masyarakat.
Bandara Tjilik Riwut merupakan salah satu pintu utama transportasi udara di Kalimantan Tengah. Gangguan penerbangan di bandara tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pekerjaan, perjalanan bisnis, hingga kepentingan pribadi masyarakat.
Dalam dokumentasi video Cyrustimes, kondisi langit Palangka Raya terlihat berubah menjadi kuning kecokelatan akibat tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan.
Liputan di Lokasi: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palangka Raya, ISPU Tembus 1.298
Bandara Haji Asan Sampit Juga Hentikan Penerbangan
Gangguan penerbangan akibat kabut asap juga terjadi di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Aktivitas penerbangan reguler di bandara tersebut terhenti karena jarak pandang yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan operasional pesawat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rabu (14/10/2026) pukul 16.00 WIB, jarak pandang di kawasan Bandara Haji Asan Sampit tercatat hanya 0,1 kilometer atau sekitar 100 meter.
Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah, sebagaimana dilaporkan detikKalimantan, menyampaikan bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan masih terhenti akibat kabut asap.
“Untuk penerbangan Bandara H Asan Sampit ini close total, tutup total selama bulan Oktober ini,” ujar Raihansyah.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang hendak bepergian melalui Bandara Sampit harus mencari alternatif perjalanan.
Sebagian calon penumpang memilih menempuh jalur darat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat.
Perjalanan darat dari Sampit menuju Banjarmasin membutuhkan waktu sekitar delapan hingga sembilan jam, sehingga menambah waktu tempuh dan biaya perjalanan.
ISPU Palangka Raya Tembus 1.298
Di tengah gangguan penerbangan, kualitas udara Kota Palangka Raya juga menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang digunakan dalam liputan Cyrustimes, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2.5 di Stasiun Palangka Raya Jekan Raya mencapai 1.298 pada Rabu (14/10/2026) pukul 17.00 WIB.
Angka tersebut jauh melampaui batas kategori berbahaya yang dimulai dari nilai indeks 301.
PM2.5 merupakan partikel polutan halus yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kondisi kualitas udara pada kategori berbahaya menjadi perhatian serius, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Gangguan Penerbangan Jadi Dampak Serius Karhutla
Gangguan aktivitas penerbangan di Palangka Raya dan Sampit memperlihatkan bahwa dampak karhutla telah meluas hingga sektor transportasi publik.
Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi akibat pembatalan perjalanan, perubahan jadwal penerbangan, dan meningkatnya biaya transportasi alternatif.
Di sisi lain, kualitas udara yang memburuk menuntut percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan untuk melindungi keselamatan serta kesehatan masyarakat.
Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker respirator yang mampu menyaring partikel halus apabila harus beraktivitas di tengah kabut asap.
Sementara itu, calon penumpang diminta terus memantau informasi resmi maskapai penerbangan dan pengelola bandara mengenai perubahan atau pembatalan jadwal keberangkatan.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan