Kemenhut Perkuat Operasi Karhutla di Dua Provinsi
JAKARTA – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional mengalami penurunan tipis. Namun, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan masih menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi sehingga pengendalian terus diperkuat.
Kementerian Kehutanan mencatat 1.176 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga Rabu (7/10/2026) pukul 21.00 WIB. Data tersebut berdasarkan pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20 melalui Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi).
Jumlah itu turun 25 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.201 hotspot.
Kalteng dan Sumsel Catat Hotspot Tertinggi
Di tengah penurunan nasional, kondisi di sejumlah wilayah justru menunjukkan peningkatan.
Kalimantan Tengah mencatat 225 hotspot, naik dari 182 titik pada hari sebelumnya. Sementara Sumatera Selatan mencatat 224 hotspot, meningkat tajam dari 71 titik.
Kalimantan Barat juga mengalami kenaikan dari 34 menjadi 47 hotspot. Kalimantan Selatan naik dari 18 menjadi 31 titik.
Sementara itu, Jambi mengalami penurunan dari 21 menjadi 16 hotspot. Riau masih mencatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.
Kementerian Kehutanan menyebut kondisi tersebut membuat pemantauan, patroli, dan pemeriksaan lapangan atau groundcheck tetap diperkuat, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Hotspot Bukan Berarti Jumlah Kebakaran
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa data hotspot tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas lahan yang terbakar.
Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit. Satu kejadian kebakaran dapat menghasilkan beberapa titik panas sehingga setiap indikasi tetap perlu diverifikasi langsung di lapangan.
Verifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi aktual sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
61 Armada Udara Disiagakan
Pengendalian karhutla dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha.
Pemerintah saat ini menyiagakan 61 unit armada udara. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 44 unit disiapkan untuk operasi water bombing.
Di lapangan, operasi juga mencakup patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, hingga pendinginan.
Kawasan gambut menjadi salah satu perhatian karena bara api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di permukaan sudah tidak terlihat. Karena itu, pembasahan dan pendinginan dilakukan sampai lokasi dinilai benar-benar aman.
Kualitas Udara Masih Dipantau
Selain pengendalian api, pemerintah memantau kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5. Kementerian Kehutanan menyebut sejumlah wilayah masih berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Beberapa bagian Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua masih menjadi perhatian. Di sebagian wilayah Kalimantan bahkan terdapat kantong dengan kategori berbahaya.
Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, arah dan kecepatan angin, serta dinamika atmosfer.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah daerah. Jika kondisi udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.
Dengan perkembangan hotspot yang masih dinamis, penurunan secara nasional belum berarti ancaman karhutla berakhir. Kementerian Kehutanan menegaskan deteksi dini, verifikasi lapangan, dan respons cepat tetap menjadi bagian penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan