Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Derita Warga Palangka Raya Bertambah

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Derita masyarakat Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), seolah belum berakhir. Di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga juga mengeluhkan pemadaman listrik serta gangguan layanan internet IndiHome dan XL HOME, Rabu (14/10/2026) malam.

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan warga melalui grup WhatsApp Info Seputar Pky (HAPE). Sejumlah anggota mengaku mengalami koneksi internet lambat, jaringan terputus, hingga kesulitan menggunakan layanan komunikasi digital.

Situasi ini menambah persoalan yang dihadapi masyarakat Palangka Raya. Sebelumnya, kabut asap telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dan menyebabkan kualitas udara mencapai kategori berbahaya.

Warga Keluhkan IndiHome dan XL HOME Lambat

Berdasarkan tangkapan layar percakapan warga yang diterima Cyrustimes, keluhan gangguan internet mulai ramai dibicarakan pada Rabu malam.

Seorang anggota grup mempertanyakan kondisi layanan IndiHome yang dinilai mengalami penurunan kecepatan.

“Indihome lagi gangguan kah? Pina lelet bnr,” tulis seorang anggota grup sekitar pukul 19.12 WIB.

Keluhan tersebut mendapat tanggapan dari anggota lain yang mengaku mengalami persoalan serupa selama dua hari terakhir.

“Iyaam nah 2 hari ni SDH Kanu kami lelet,” tulisnya.

Warga lainnya menyebut koneksi internet sempat berjalan normal pada pagi hari, tetapi mulai melambat sekitar pukul 16.00 WIB.

Keluhan tidak hanya menyasar IndiHome. Pengguna layanan XL HOME juga mengaku mengalami gangguan koneksi, termasuk jaringan yang terputus dan tidak dapat digunakan secara normal.

“XL Home kenapa lelet banar leh,” tulis seorang warga sekitar pukul 20.12 WIB.

Beberapa pengguna bahkan menyampaikan bahwa jaringan mereka sempat hilang.

Percakapan tersebut menggambarkan keresahan pelanggan terhadap terganggunya layanan internet yang selama ini menjadi kebutuhan penting untuk bekerja, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Beredar Informasi Kabel Fiber Optik Terdampak Karhutla

Dalam percakapan yang sama, seorang anggota grup menyampaikan dugaan penyebab gangguan internet berkaitan dengan kerusakan jaringan fiber optik akibat kebakaran.

“Indihome lg kendala om, kabel optik yg d.bawah tanah tebakar,” tulis anggota grup sekitar pukul 19.38 WIB.

Namun, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum disertai konfirmasi teknis dari pihak Telkomsel atau pengelola layanan IndiHome.

Di sisi lain, beredar pula gambar pemberitahuan berlogo XL SATU yang menyatakan adanya gangguan jaringan WiFi di beberapa wilayah Palangka Raya akibat karhutla.

Dalam pemberitahuan tersebut, gangguan disebut masih dalam proses penanganan oleh tim teknis.

Kendati demikian, Cyrustimes belum memperoleh konfirmasi langsung dari pihak XL SATU mengenai keaslian pemberitahuan, titik gangguan, jumlah pelanggan terdampak, maupun perkiraan waktu pemulihan layanan.

Penyebab gangguan IndiHome dan XL HOME juga belum dapat dipastikan sama hanya berdasarkan percakapan warga.

Karhutla Rusak Jaringan Listrik PLN

Selain layanan internet, infrastruktur kelistrikan juga menghadapi ancaman akibat kebakaran hutan dan lahan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) sebelumnya melaporkan kerusakan jaringan listrik akibat karhutla di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, dan Jalan Mahir Mahar, Kota Palangka Raya.

PLN melakukan pemeriksaan dan perbaikan setelah lokasi kebakaran dinyatakan aman bagi petugas.

Manajer PLN UP3 Palangka Raya, Bagus Cahyadi, menjelaskan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas sebelum pekerjaan pemulihan jaringan dilakukan.

Kerusakan infrastruktur tersebut memperlihatkan bahwa kebakaran lahan tidak hanya menyebabkan pencemaran udara, tetapi juga dapat mengancam keandalan pasokan listrik.

Sementara itu, keluhan pemadaman listrik yang disampaikan warga dalam percakapan WhatsApp masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut mengenai lokasi, durasi, dan penyebab kejadian pada Rabu malam.

Kabut Asap Belum Mereda, Aktivitas Warga Semakin Terganggu

Di tengah keluhan layanan listrik dan internet, kualitas udara Palangka Raya juga berada pada kondisi berbahaya.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang dihimpun dalam liputan Cyrustimes, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) parameter PM2.5 di Stasiun Palangka Raya Jekan Raya mencapai 1.298 pada Rabu (14/10/2026) pukul 17.00 WIB.

Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya yang dimulai dari nilai indeks 301.

Pekatnya kabut asap juga menyebabkan langit Palangka Raya berubah menjadi kuning kecokelatan dan mengganggu jarak pandang.

Dampaknya meluas hingga sektor transportasi udara. Sejumlah calon penumpang di Bandara Tjilik Riwut mengalami gangguan perjalanan, termasuk Lutfi yang harus membatalkan keberangkatan menuju Jakarta.

Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palangka Raya, ISPU Tembus 1.298

Warga Menanti Kepastian Pemulihan Layanan

Gangguan layanan dasar yang terjadi bersamaan menambah beban masyarakat yang telah menghadapi kabut asap selama musim karhutla.

Internet dan listrik merupakan kebutuhan penting untuk aktivitas pendidikan, pekerjaan, usaha, komunikasi, serta akses informasi darurat.

Keluhan warga tersebut menjadi alasan penting bagi penyedia layanan untuk menyampaikan informasi yang jelas mengenai wilayah terdampak, penyebab gangguan, langkah penanganan, dan perkiraan pemulihan.

Hingga penyusunan berita ini, belum ada informasi terverifikasi mengenai jumlah pelanggan IndiHome dan XL HOME yang terdampak maupun jadwal normalisasi keseluruhan layanan di Palangka Raya.

Cyrustimes masih memerlukan keterangan resmi dari pihak operator internet dan PLN untuk memastikan perkembangan penanganan gangguan pada Rabu malam.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja