François Letexier menjadi sorotan setelah memimpin laga Argentina vs Mesir
CYRUSTIMES, JAKARTA – Laga Argentina vs Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyisakan cerita comeback dramatis Tim Tango. Nama wasit François Letexier ikut menjadi sorotan setelah pertandingan berakhir 3-2 untuk Argentina.
Pertandingan itu berlangsung panas. Argentina sempat tertinggal, Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti, lalu Mesir dibuat kecewa setelah satu gol mereka dianulir melalui tinjauan VAR. Laporan pertandingan menyebut kubu Mesir juga merasa dirugikan atas sejumlah keputusan, termasuk banding penalti yang tidak diberikan dan gol yang dibatalkan setelah proses VAR.
Letexier menjadi pengadil utama dalam laga tersebut. Yahoo Sports melaporkan wasit asal Prancis itu memimpin Argentina vs Mesir sebagai pertandingan ketiganya di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia disebut memimpin laga Pantai Gading vs Ekuador dan Tanjung Verde vs Arab Saudi.
Wasit Elite Eropa
François Letexier bukan nama baru di level elite. UEFA menunjuknya sebagai wasit final Euro 2024 antara Spanyol dan Inggris di Berlin. Penunjukan itu diumumkan langsung oleh Komite Wasit UEFA.
Pada 2026, UEFA juga menggambarkan Letexier sebagai wasit yang sudah memiliki pengalaman besar. Ia pernah memimpin UEFA Super Cup 2023 dan menjadi ofisial keempat final Liga Champions 2024. UEFA menyebut pengalaman besar itu menjadi bagian dari perjalanan Letexier menuju tugas-tugas penting berikutnya di kompetisi Eropa.
Catatan tersebut menunjukkan Letexier berada dalam jajaran wasit yang dipercaya untuk pertandingan besar. Namun kepercayaan di level tinggi tidak membuatnya lepas dari sorotan, terutama ketika memimpin laga fase gugur sebesar Argentina melawan Mesir.
Drama VAR di Argentina vs Mesir
Sorotan terbesar dalam laga Argentina vs Mesir muncul dari keputusan VAR. Mesir sempat mencetak gol, tetapi wasit membatalkannya setelah meninjau ulang insiden sebelum bola masuk ke gawang.
Dalam narasi pertandingan, keputusan itu menjadi titik panas. Mesir merasa momentum mereka terputus, sementara Argentina mendapat ruang untuk kembali mengendalikan laga.
The Guardian menulis pemain dan pendukung Mesir marah atas banding penalti yang ditolak dan gol yang dianulir setelah tinjauan VAR. Laporan itu juga menggambarkan laga tersebut sebagai pertandingan dramatis yang membuat Mesir merasa dirugikan oleh keputusan pengadilan lapangan.
Namun hingga kini, tidak ada putusan resmi yang menyatakan Letexier melakukan kesalahan fatal. Karena itu, posisi pemberitaan tetap perlu hati-hati. Keputusan itu dapat disebut kontroversial, diperdebatkan, atau menjadi sorotan, tetapi tidak tepat langsung disimpulkan sebagai keberpihakan.
Messi Gagal Penalti, Argentina Bangkit
Selain keputusan VAR, laga ini juga diwarnai kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti. Reuters melaporkan Argentina sempat tertinggal 0-2 sebelum bangkit lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernández. Messi juga mencatat assist untuk gol Romero sebelum mencetak gol penyama.
Kegagalan penalti Messi sempat memperbesar tekanan kepada Argentina. Namun Tim Tango berhasil membalikkan keadaan melalui tiga gol telat.
Kemenangan itu membawa Argentina ke perempat final. Mereka akan menghadapi pemenang Swiss vs Kolombia pada babak 8 besar.
Rekam Jejak yang Tidak Sepi Sorotan
Karier Letexier juga pernah bersinggungan dengan beberapa laga yang memancing perhatian publik. Dalam catatan terbuka, ia pernah memimpin laga besar seperti UEFA Super Cup 2023 Manchester City vs Sevilla, perempat final Liga Champions Real Madrid vs Manchester City pada 2024, serta final Euro 2024.
Ia juga pernah menjadi sorotan dalam konteks lain. Catatan terbuka menyebut Letexier pernah memimpin laga play-off interkontinental Olimpiade antara Indonesia dan Guinea pada 2024. Dalam laga itu, ia mengusir pelatih Indonesia Shin Tae-yong setelah protes terhadap keputusan penalti.
Rekam jejak itu memperlihatkan satu hal: Letexier sering berada di pertandingan bertekanan tinggi. Di level seperti itu, setiap keputusan wasit akan selalu diperiksa publik, terutama ketika menyangkut penalti, kartu, atau intervensi VAR.
Mesir Tersingkir dengan Rasa Pahit
Mesir tersingkir setelah kalah 2-3. Mereka sempat unggul melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico sebelum Argentina membalikkan keadaan. Reuters menyebut Mesir berada di ambang kejutan besar sebelum tekanan Argentina akhirnya memecah pertahanan mereka.
Bagi Mesir, keputusan VAR yang membatalkan gol menjadi bagian paling menyakitkan. Apalagi laga berjalan ketat dan satu gol bisa mengubah arah pertandingan.
Namun Mesir tetap meninggalkan turnamen dengan perlawanan kuat. Mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu membuat Argentina berada dalam tekanan besar.
Sorotan Belum Berakhir
Laga Argentina vs Mesir akan terus dibahas. Bukan hanya karena Argentina lolos, tetapi karena pertandingan ini memuat elemen lengkap drama fase gugur: penalti gagal, comeback, VAR, protes, dan gol penentu di akhir laga.
Bagi Letexier, pertandingan ini menambah daftar laga besar dalam kariernya. Ia tetap dikenal sebagai wasit elite Eropa, tetapi laga Argentina vs Mesir membuat namanya kembali masuk ruang perdebatan publik.
Argentina melaju ke 8 besar. Mesir pulang dengan rasa kecewa. Dan François Letexier menjadi nama yang ikut terseret dalam panasnya keputusan VAR di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Tinggalkan Balasan