Estimasi waktu baca: 3 menit

Resep Juhu Singkah Uwei Gurih dan Sedikit Pahit ala Kak Desy

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Juhu Singkah Uwei menjadi salah satu masakan khas Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng) yang memiliki cita rasa unik. Bahan utamanya berupa umbut rotan muda atau singkah uwei yang diolah menjadi sayur dengan perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pahit.

Kali ini, Juhu Singkah Uwei dibuat dengan gaya rumahan ala Kak Desy. Resepnya sederhana, tetapi tetap mempertahankan karakter umbut rotan yang menjadi ciri khas hidangan masyarakat Dayak Kalteng.

Menurut Kak Desy, salah satu kunci memasak Juhu Singkah Uwei adalah memilih umbut rotan yang masih muda agar teksturnya empuk dan rasa pahitnya tidak terlalu kuat.

“Yang enak itu rotannya masih muda. Kalau sudah agak tua biasanya lebih keras dan pahit. Setelah dibersihkan, direbus sebentar dulu supaya rasanya lebih pas,” ujar Kak Desy.

Bahan Juhu Singkah Uwei ala Kak Desy

Untuk membuat satu panci Juhu Singkah Uwei rumahan, bahan yang dapat disiapkan antara lain:

  • 500 gram umbut rotan muda (Singkah Uwei)
  • 300 gram ikan sungai, bisa menggunakan ikan patin, baung, gabus atau ikan sesuai selera
  • 1 liter air
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 butir kemiri
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 cm kunyit
  • 1 buah Terong asam (rimbang)
  • Cabai sesuai selera
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya
  • Penyedap rasa bila diperlukan

Penggunaan jenis ikan dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Ikan sungai biasanya memberikan rasa gurih yang semakin kuat pada kuah.

Cara Membersihkan Umbut Rotan

Umbut rotan terlebih dahulu dikupas hingga menyisakan bagian dalam yang masih muda dan berwarna cerah.

Potong umbut rotan sesuai selera, kemudian cuci hingga bersih.

Untuk mengurangi rasa pahit yang terlalu kuat, Kak Desy menyarankan umbut rotan direbus sebentar sebelum dimasak bersama bumbu.

“Tidak perlu sampai terlalu lama. Cukup supaya pahitnya berkurang, tetapi rasa khas rotannya jangan sampai hilang,” katanya.

Setelah direbus, tiriskan umbut rotan dan sisihkan.

Cara Membuat Juhu Singkah Uwei

Pertama, haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri dan kunyit.

Masukkan air ke dalam panci, kemudian tambahkan bumbu halus, serai, lengkuas dan daun salam. Masak hingga kuah mendidih dan aroma bumbu mulai keluar.

Setelah itu masukkan potongan ikan dan masak hingga ikan mulai matang.

Masukkan umbut rotan yang sebelumnya telah direbus. Aduk perlahan agar ikan tidak hancur.

Tambahkan garam, sedikit gula serta cabai sesuai tingkat kepedasan yang diinginkan.

Menjelang matang, masukkan potongan tomat untuk memberikan rasa segar.

Masak beberapa menit hingga umbut rotan empuk dan bumbu meresap. Koreksi kembali rasa sebelum api dimatikan.

Jangan Hilangkan Seluruh Rasa Pahitnya

Menurut Kak Desy, rasa pahit justru menjadi salah satu karakter penting Juhu Singkah Uwei.

Karena itu, proses perebusan awal sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Umbut rotan yang direbus berlebihan memang dapat kehilangan rasa pahit, tetapi pada saat bersamaan karakter asli bahan juga bisa berkurang.

“Sedikit pahit itu memang cirinya. Kalau semuanya hilang malah rasanya bukan seperti singkah uwei lagi,” tutur Kak Desy.

Perpaduan rasa sedikit pahit dari umbut rotan dengan gurihnya ikan serta aroma rempah membuat Juhu Singkah Uwei memiliki cita rasa berbeda dibandingkan sayur pada umumnya.

Nikmat Disantap Bersama Nasi Hangat

Juhu Singkah Uwei ala Kak Desy paling nikmat disantap ketika masih hangat bersama nasi putih.

Kuahnya yang gurih berpadu dengan tekstur umbut rotan yang lembut serta ikan sungai membuat hidangan ini cocok menjadi menu makan siang maupun makan malam keluarga.

Bagi masyarakat Kalimantan Tengah, olahan umbut rotan bukan sekadar makanan. Hidangan tersebut juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat Dayak yang memanfaatkan berbagai bahan pangan dari lingkungan sekitar.

Resep rumahan ala Kak Desy ini dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenalkan kembali kuliner khas Dayak kepada generasi muda, sekaligus mempertahankan keberadaan makanan tradisional Kalimantan Tengah di tengah semakin beragamnya kuliner modern.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja