Estimasi waktu baca: 4 menit

Dorongan terhadap Sandiaga semakin mendapat perhatian karena sektor ekonomi menjadi salah satu bidang yang paling banyak diminta masyarakat untuk dievaluasi.

Meski demikian, dorongan tersebut berasal dari kelompok masyarakat dan belum merupakan keputusan Presiden.

Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan untuk Sektor Hukum

Sektor hukum juga memunculkan dua nama besar, yakni Mahfud MD dan Busyro Muqoddas.

Mahfud pernah menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi, Menteri Pertahanan hingga Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Sementara Busyro merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dan dikenal luas melalui aktivitasnya dalam isu pemberantasan korupsi, hukum dan hak asasi manusia.

Dalam usulan yang berkembang pada Juli 2026, Mahfud didorong menduduki posisi Menko Polkam, sedangkan Busyro diproyeksikan sebagai Wakil Menko Polkam.

Namun usulan tersebut datang dari pihak di luar pemerintah dan belum menjadi keputusan Presiden.

Ahmad Heryawan Masuk Diskursus Kabinet

Dari Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau Aher juga mulai masuk dalam pembicaraan.

Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode tersebut memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan daerah dan legislatif.

Pada Agustus 2026, muncul aspirasi dari kelompok tokoh Jawa Barat agar Aher dipertimbangkan masuk kabinet sebagai representasi figur berpengalaman dari Jawa Barat.

Saat ini Aher merupakan anggota DPR RI periode 2024-2029.

Pengalaman memimpin provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia membuat nama Aher ikut dinilai memiliki kapasitas pemerintahan yang dapat dipertimbangkan apabila Presiden melakukan penyegaran kabinet.

Sekali lagi, belum terdapat konfirmasi bahwa Aher sudah menerima tawaran jabatan tertentu.

Chatib Basri Pernah Dikaitkan dengan Menteri Keuangan

Dari kalangan ekonom, Muhamad Chatib Basri juga sempat masuk pusaran isu reshuffle.

Mantan Menteri Keuangan tersebut pernah dikaitkan dengan kemungkinan kembali memimpin kementerian ekonomi.

Isu semakin berkembang setelah Chatib bertemu Presiden Prabowo di Istana pada Juni 2026.

Namun pemerintah ketika itu membantah adanya rencana pergantian Menteri Keuangan maupun reshuffle kabinet.

Karena itu, posisi Chatib dalam daftar ini berbeda dengan Sandiaga, Mahfud, Busyro, Aher, Erlin maupun Aswin.

Namanya memang pernah dikaitkan dengan posisi kabinet, tetapi kabar tersebut sudah pernah mendapat bantahan dari pemerintah.

Tujuh Nama, Tingkat Isunya Berbeda

Setidaknya terdapat tujuh nama yang muncul dalam berbagai pemberitaan dan diskursus mengenai penguatan Kabinet Merah Putih sepanjang 2026.

Mereka adalah Sandiaga Uno, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ahmad Heryawan, Chatib Basri, Erlin Hardi dan Aswin Usup.

Namun tingkat kekuatan informasinya tidak sama.

Sandiaga merupakan figur yang didorong kelompok pendukungnya untuk sektor ekonomi. Mahfud dan Busyro diusulkan untuk memperkuat sektor hukum dan politik-keamanan.

Aher mendapatkan dorongan dari kelompok tokoh Jawa Barat.

Aswin Usup dan Erlin Hardi sebelumnya diberitakan masuk bursa kabinet pada April 2026 dari Kalimantan Tengah.

Sementara Chatib pernah diisukan mengisi posisi Menteri Keuangan tetapi kabar tersebut mendapat bantahan pemerintah.

Karena itu, ketujuh nama tersebut tidak dapat disebut sebagai daftar resmi calon menteri Presiden Prabowo.

Keputusan Akhir Tetap di Tangan Prabowo

Spekulasi mengenai reshuffle dapat berkembang dari survei, dinamika partai politik, kelompok masyarakat hingga kebutuhan pemerintah memperkuat sektor tertentu.

Namun dalam sistem presidensial, keputusan mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan kewenangan Presiden.

Sampai terdapat pemanggilan resmi, undangan pelantikan, Keputusan Presiden atau pernyataan Istana, seluruh nama yang muncul masih berada dalam spektrum wacana.

Pertanyaan berikutnya kini bukan hanya siapa menteri yang mungkin diganti, tetapi juga figur seperti apa yang akan dipilih Prabowo apabila penyegaran kabinet benar-benar dilakukan.

Bagi Kalimantan Tengah, munculnya nama Erlin Hardi dan Aswin Usup memberi warna tersendiri dalam dinamika tersebut.

Keduanya menawarkan dua latar belakang berbeda: Erlin dengan pengalaman teknik, pembangunan, birokrasi dan pemerintahan daerah; Aswin dengan keahlian akademik di bidang lingkungan, gambut, kehutanan dan karhutla.

Apakah keduanya kembali masuk radar Presiden dalam reshuffle berikutnya, sejauh ini masih harus menunggu keputusan resmi dari Istana.

Fakta latar belakangnya cukup solid. Erlin tercatat pernah menjadi dosen Fakultas Teknik UPR, berkarier di PUPR, BPBD, memimpin Disperkimtan Kalteng pada 2021–2024, lalu menjadi Pj Bupati Kapuas; MK juga mencatat Erlin sebagai peserta sengketa hasil Pilkada Kapuas 2024. Aswin tercatat di UPR sebagai mantan Ketua LPPM, sementara basis SINTA mencatat afiliasinya di UPR dan penelitian terkait kebakaran gambut; rekam pendidikan publiknya mencantumkan Hokkaido University.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja