CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I Komisi II DPRD Palangka Raya, Hap Baperdu, menilai sosialisasi terkait transaksi nontunai di kota ini masih minim, sehingga banyak warga belum terbiasa menggunakan sistem tersebut.

“Terbukti masih banyak warga enggan memarkirkan kendaraan di area parkir resmi Duta Mall Palangka Raya, yang kini menerapkan sistem parkir nontunai,” katanya di Palangka Raya, Senin.

Hap menjelaskan bahwa penggunaan transaksi nontunai seharusnya tidak lagi asing, mengingat perkembangan zaman dan penerapannya yang sudah umum di kota besar. Bahkan di Palangka Raya, Bandara Tjilik Riwut telah lebih dahulu menerapkan sistem parkir nontunai.

Ia mengungkapkan kartu e-money sebenarnya dapat dibeli dengan mudah di toko ritel dengan harga sekitar Rp25 ribu. Namun, ia menerima keluhan bahwa stok kartu sering habis karena diborong oknum tertentu dan dijual kembali di forum jual-beli Facebook dengan harga lebih tinggi. “Ada yang menjual dengan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu,” ujarnya.

Menurut Hap, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya transaksi nontunai. Karena itu, ia meminta pemerintah memperkuat sosialisasi agar warga tidak lagi bingung menghadapi modernisasi layanan publik.

“Sosialisasi harus digencarkan agar masyarakat semakin memahami sistem transaksi yang diterapkan di Palangka Raya,” katanya. Ia berharap dengan edukasi yang lebih masif, masyarakat dapat beradaptasi dan tidak kaget menghadapi layanan yang semakin modern.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita