Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Kabut Asap Belum Mereda

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berkepanjangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat upaya perlindungan bagi mahasiswa dan masyarakat. Selain menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kampus tersebut mendukung operasional Rumah Oksigen Gratis yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPR.

Langkah ini menjadi salah satu bentuk respons perguruan tinggi terhadap dampak kabut asap yang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kelompok yang harus tetap beraktivitas di tengah kualitas udara yang buruk.

Rektor UPR, Prof. Bhayu Rhama, S.T., M.B.A., Ph.D., meninjau Rumah Oksigen Gratis di lingkungan kampus pada Senin, 12 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan mahasiswa menjadi perhatian utama universitas di tengah kondisi kabut asap yang melanda Palangka Raya.

Rumah Oksigen Gratis Jadi Inisiatif Mahasiswa

Rumah Oksigen Gratis yang digagas BEM UPR menjadi salah satu upaya menyediakan dukungan bagi mahasiswa dan masyarakat yang terdampak kabut asap.

Inisiatif ini juga menunjukkan keterlibatan mahasiswa dalam merespons persoalan lingkungan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, kampus tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya pendidikan, tetapi juga dapat menjadi ruang koordinasi dan kepedulian sosial.

Bhayu berharap fasilitas tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan selama kabut asap masih menjadi persoalan di Kalimantan Tengah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Tengah yang turut mendukung inisiatif BEM UPR dalam menghadirkan Rumah Oksigen Gratis.

Kolaborasi antara mahasiswa, pihak universitas, dan mitra di luar kampus dinilai penting agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

UPR Terapkan PJJ untuk Mengurangi Paparan Asap

Selain mendukung Rumah Oksigen Gratis, UPR telah menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai salah satu langkah mengurangi paparan kabut asap terhadap mahasiswa.

Kebijakan tersebut memungkinkan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung tanpa mengharuskan mahasiswa selalu hadir secara langsung di kampus. Namun, pelaksanaan PJJ juga membutuhkan kesiapan sarana pendukung, termasuk akses internet dan fasilitas pembelajaran yang memadai.

Dalam kondisi kabut asap berkepanjangan, perlindungan terhadap mahasiswa menjadi tantangan yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu kebijakan. Penyesuaian metode pembelajaran, penyediaan fasilitas pendukung, dan informasi mengenai kondisi udara menjadi bagian dari upaya yang perlu berjalan beriringan.

UPR menyatakan akan menyiapkan dukungan logistik yang tersedia untuk membantu menjaga keberlangsungan Rumah Oksigen Gratis selama fasilitas itu dibutuhkan.

Keberlanjutan Fasilitas Jadi Hal Penting

Keberadaan Rumah Oksigen Gratis menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap situasi yang dihadapi masyarakat. Meski demikian, kebermanfaatan fasilitas tersebut juga bergantung pada konsistensi operasional, ketersediaan kebutuhan pendukung, dan kejelasan informasi bagi calon pengguna.

Dukungan logistik dari universitas diharapkan membantu operasional fasilitas tersebut. Sementara itu, keterlibatan pihak lain dapat memperkuat kerja sama untuk menghadapi dampak kabut asap.

Di sisi lain, fasilitas bantuan seperti Rumah Oksigen Gratis tidak menggantikan kebutuhan penanganan karhutla di sumbernya. Upaya perlindungan masyarakat tetap perlu disertai pengendalian kebakaran, pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang akurat, serta langkah pencegahan paparan asap.

Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan saat kabut asap juga perlu memperhatikan anjuran petugas kesehatan dan mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan serius.

Dampak Kabut Asap Membutuhkan Respons Bersama

Penanganan dampak kabut asap membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah, petugas penanggulangan karhutla, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat.

Langkah UPR melalui penerapan PJJ, dukungan terhadap Rumah Oksigen Gratis, dan penyediaan logistik menjadi salah satu bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam menghadapi situasi tersebut.

Bhayu juga menyinggung pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis yang mendukung program nasional. Ia berharap kegiatan itu dapat terus berjalan dan mendapatkan pemantauan agar pelaksanaannya tetap berkelanjutan.

Meski demikian, tantangan utama tetap berada pada upaya mengurangi kebakaran dan menekan paparan asap yang dialami masyarakat. Selama persoalan karhutla belum tertangani secara menyeluruh, langkah perlindungan seperti yang dilakukan kampus masih diperlukan untuk membantu mengurangi risiko bagi kelompok terdampak.

Rumah Oksigen Gratis di lingkungan UPR diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat Palangka Raya. Pada saat yang sama, kolaborasi lintas pihak diperlukan agar perlindungan kesehatan masyarakat berjalan seiring dengan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja