Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Pemprov Kalteng Salurkan 14 Juta Liter Air

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melaporkan pembangunan lebih dari 600 sumur bor dan distribusi air bersih melampaui 14 juta liter untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Penanganan Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Aula Serba Guna Rumah Jabatan Gubernur, Palangka Raya, Kamis (29/10/2026).

Selain penyediaan air bersih, pemerintah menyiapkan bantuan pangan bagi lebih dari 450 ribu warga yang terdampak bencana.

Ratusan Sumur Bor Dukung Kebutuhan Air Bersih

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah, pembangunan sumur bor menjadi salah satu langkah untuk mengatasi kebutuhan air di wilayah terdampak kekeringan dan karhutla.

Hingga evaluasi terbaru, jumlah sumur bor yang telah dibangun melampaui 600 unit.

Sementara itu, distribusi air bersih ke berbagai kabupaten dan kota telah mencapai lebih dari 14 juta liter.

Penyediaan air menjadi perhatian karena kebakaran dan kekeringan tidak hanya mengganggu lingkungan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Agustiar menekankan pentingnya penanganan karhutla yang menyeluruh, mulai dari pemadaman dan pencegahan hingga perlindungan warga terdampak.

Bantuan Pangan Disiapkan untuk 450 Ribu Warga

Selain memperkuat ketersediaan air, Pemprov Kalteng menyiapkan bantuan pangan bagi lebih dari 450 ribu warga terdampak.

Pemerintah juga menyalurkan dukungan kesehatan berupa obat-obatan, multivitamin, dan masker untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan masyarakat selama masa penanganan darurat karhutla.

Meski demikian, laporan pemerintah belum memerinci dalam rilis tersebut berapa banyak dari 450 ribu lebih warga sasaran yang telah menerima seluruh paket bantuan pangan.

Karena itu, angka tersebut perlu dibaca sebagai cakupan bantuan yang disiapkan pemerintah, bukan otomatis jumlah penerima yang seluruhnya telah mendapatkan bantuan.

Sebanyak 16.478 Personel Terlibat Penanganan

Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah Ahmad Toyib melaporkan penanganan karhutla melibatkan 16.478 personel gabungan.

Personel tersebut berasal dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan unsur masyarakat lainnya.

Pemerintah juga memberikan dukungan operasional kepada petugas dan relawan, termasuk makanan serta perlengkapan keselamatan.

Relawan yang direkrut melalui pembiayaan APBD maupun belanja tidak terduga mendapatkan honorarium harian Rp150 ribu, disertai dukungan konsumsi dan bahan bakar operasional.

Seiring penurunan kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir, pemerintah mulai mengevaluasi kebutuhan personel secara bertahap.

Namun, patroli dan pemantauan tetap dilanjutkan untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera ditangani.

Karhutla Kalteng Hanguskan 20.699 Hektare

Berdasarkan data kumulatif sejak 1 Januari hingga 28 Oktober 2026, tercatat 371.692 titik panas dan 7.634 kejadian karhutla di Kalimantan Tengah.

Total luas lahan yang dilaporkan terbakar mencapai 20.699 hektare.

Sementara itu, data harian yang disampaikan dalam rapat mencatat 76 titik panas, 26 kejadian karhutla, dan luas kebakaran sekitar 43,93 hektare hingga 28 Oktober.

Angka harian tersebut berbeda dari data kumulatif sepanjang tahun sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai periode pelaporan yang sama.

Gubernur Agustiar menekankan perlunya pengawasan penggunaan lahan, evaluasi tata ruang, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan terkait karhutla.

BMKG Ingatkan Ancaman Kebakaran Gambut

Kepala BMKG Provinsi Kalimantan Tengah Agung Sudiono Abadi menjelaskan bahwa awal musim hujan berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh wilayah.

BMKG memperkirakan curah hujan meningkat pada November, sedangkan puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember hingga Januari.

Meski hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah, kebakaran di lahan gambut masih berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah.

Karena itu, pemerintah daerah tetap perlu menjaga kesiapsiagaan pemadaman dan pemantauan titik api.

Selain risiko karhutla, perubahan musim juga menuntut kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Edy Pratowo, Sekretaris Daerah Linae Victoria Aden, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan lainnya.

Pemprov Kalteng menegaskan upaya penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga perlindungan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.

Fairid-zaini
Bang Rangga
Alman
Reza
Bang Agustan
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja