Estimasi waktu baca: 3 menit

Reuters mencatat kebutuhan listrik menjadi faktor yang semakin menentukan lokasi investasi industri baru, termasuk pusat data AI.

Karena itu, ledakan pembangunan pusat data juga akan bersinggungan dengan persoalan ketahanan energi Indonesia.

Target Jadi Hub Data Center ASEAN

Pemerintah memiliki ambisi lebih besar untuk menjadikan Indonesia salah satu hub pusat data di Asia Tenggara.

Ukuran pasar Indonesia menjadi modal penting.

Jumlah pengguna internet besar menciptakan kebutuhan penyimpanan serta pemrosesan data yang dekat dengan konsumen.

Batam juga memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Singapura, salah satu pusat data terbesar di kawasan.

Sementara Karawang dan wilayah sekitar Jakarta menawarkan kedekatan dengan pusat aktivitas ekonomi dan jaringan konektivitas nasional.

Pada Data Center Asia Indonesia 2026 yang digelar pada 2–5 September, Komdigi menegaskan pengembangan pusat data harus dilihat sebagai satu ekosistem yang mencakup konektivitas, energi, keamanan serta kesiapan sumber daya manusia.

Talenta Indonesia Harus Masuk ke Ruang Mesin

Di luar listrik dan investasi, persoalan berikutnya adalah manusia.

Data center AI membutuhkan tenaga dengan kompetensi khusus, mulai dari data center engineering, jaringan, keamanan siber, cloud architecture, pengelolaan GPU, machine learning hingga desain sistem komputasi berkinerja tinggi.

Karena itu, investasi pembangunan fasilitas perlu dibarengi pembentukan tenaga ahli lokal.

Pemerintah telah menggandeng JICA untuk mengembangkan Next-Gen AI Talent Factory serta mulai menghubungkan lulusan AI Talent Factory dengan kebutuhan BUMN.

Namun skala pengembangan talenta perlu mengikuti kecepatan pembangunan infrastrukturnya.

Indonesia akan mendapatkan nilai tambah lebih besar jika pekerjaan dengan kompetensi tertinggi di pusat data juga diisi talenta dalam negeri, bukan sekadar tenaga operasional dasar.

Jangan Sampai Indonesia Hanya Jadi Pasar Kedua Kalinya

Perkembangan ini menyerupai tantangan Indonesia pada beberapa gelombang teknologi sebelumnya.

Indonesia memiliki pasar digital besar dan pengguna teknologi dalam jumlah tinggi, tetapi sebagian besar platform, sistem operasi, chip serta layanan digital strategis berasal dari luar negeri.

Gelombang AI menawarkan kesempatan untuk memperbaiki posisi tersebut.

Karena pusat data dan komputasi AI sedang dibangun dari awal dalam skala besar, Indonesia memiliki kesempatan memasukkan transfer teknologi, pengembangan SDM, keterlibatan perusahaan lokal serta kegiatan riset ke dalam ekosistem investasi.

Komdigi menegaskan pembangunan AI tidak cukup hanya mengandalkan adopsi teknologi dari negara lain.

Kedaulatan AI perlu dibangun melalui talenta, riset, kapasitas komputasi dan ekosistem teknologi nasional.

Investasi Besar Belum Otomatis Jadi Kedaulatan AI

Masuknya miliaran dolar investasi jelas memberikan manfaat.

Pembangunan pusat data dapat membawa modal, konstruksi, kebutuhan listrik, konektivitas baru, pekerjaan serta menjadikan Indonesia lebih menarik bagi perusahaan digital.

Lokasi komputasi di dalam negeri juga dapat mengurangi jarak antara infrastruktur dan pengguna.

Namun ukuran keberhasilan jangka panjang tidak cukup berhenti pada jumlah gedung atau kapasitas megawatt.

Pertanyaannya adalah apakah Indonesia kelak mampu mengembangkan sendiri sebagian teknologi yang berada di dalam fasilitas tersebut.

Apakah startup lokal memperoleh akses GPU.

Apakah universitas dapat melakukan riset menggunakan kapasitas komputasi yang tersedia.

Apakah insinyur Indonesia masuk ke pekerjaan berkeahlian tinggi.

Dan apakah perusahaan dalam negeri ikut memperoleh nilai dari rantai bisnis AI yang sedang terbentuk.

Dengan pipeline data center mencapai 1,3 GW di luar kapasitas sekitar 580 MW yang telah beroperasi, Indonesia sedang memasuki fase pembangunan infrastruktur digital dalam skala besar.

Kesempatan ekonominya besar.

Namun peringatan dari pengamat menjadi relevan: investasi data center akan jauh lebih bernilai apabila yang tertinggal di Indonesia bukan hanya bangunan, listrik dan deretan server, tetapi juga teknologi, talenta dan industri baru.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja