CYRUSTIMES.COM, KUALA KAPUAS – Gedung Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Kapuas dilaporkan mengalami kebocoran pada bagian atap saat wilayah Kapuas diguyur hujan. Kondisi itu terjadi meski gedung tersebut baru sekitar satu bulan lebih ditempati.

Gedung yang berlokasi di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, itu dibangun dengan pagu anggaran senilai Rp7,3 miliar dari APBD 2025.

Berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP), paket pekerjaan bernama Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kapuas tercatat menggunakan sumber dana APBD 2025 dengan total pagu Rp7.300.000.000. Paket tersebut masuk jenis pengadaan pekerjaan konstruksi dengan metode pemilihan e-purchasing.

Dalam dokumen yang sama, satuan kerja pelaksana tercatat Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPUPRPKPP). Lokasi pekerjaan berada di Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, dengan jadwal pelaksanaan kontrak mulai Juli hingga Desember 2025.

Kondisi kebocoran itu terlihat dari sejumlah dokumentasi yang diterima redaksi. Pada bagian dalam bangunan, tampak bekas rembesan air pada dinding, permukaan tembok yang tidak rata, serta retakan vertikal di sudut ruangan dekat jendela.

Wakil Bupati Kapuas, Dodo, saat dimintai tanggapan terkait kondisi gedung tersebut mengarahkan redaksi untuk menghubungi pihak DPKP Kapuas guna memperoleh informasi lebih lanjut.

“Itu Damkar, Pak. Bisa hubungi Sekretaris Damkar, Pak Mujiono,” kata Dodo.

Menindaklanjuti arahan tersebut, redaksi menghubungi Sekretaris DPKP Kapuas, Mujiono Basarang. Ia menyampaikan, bangunan kantor tersebut semestinya selesai pada akhir tahun 2025, namun pengerjaannya berlanjut hingga Januari 2026.

“Bangunannya seharusnya selesai akhir tahun 2025, tapi pengerjaannya sampai bulan Januari 2026,” kata Mujiono.

Mujiono juga membenarkan, gedung baru DPKP Kapuas baru ditempati sekitar satu bulan lebih. Setelah ditempati, bagian atap bangunan diketahui mengalami kebocoran.

“Untuk menempati gedung baru oleh Dinas DPKP baru berjalan satu bulan lebih, atapnya bocor. Itu aja informasinya,” ujarnya.

Terkait penyebab kebocoran, Mujiono mengaku tidak mengetahui secara pasti. Menurut dia, persoalan tersebut berkaitan dengan aspek teknis bangunan.

“Saya tidak tahu penyebabnya. Yang pastinya, masa gedung baru kok bocor, berarti itu kan bagian teknis seharusnya yang tahu,” ucapnya.

Ia juga menduga, pekerjaan pembangunan gedung tersebut kemungkinan dikerjakan terburu-buru karena dikejar waktu. Namun, dugaan itu masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak teknis maupun pelaksana pekerjaan.

“Dan mungkin juga pihak pemborong karena dikejar waktu, jadi pekerjaannya asal selesai,” kata Mujiono.

Mujiono mempersilakan redaksi untuk mengecek langsung kondisi gedung tersebut. Ia menyebut, selain kebocoran pada bagian atap, terdapat bagian dinding bangunan yang mulai mengalami retakan.

“Kita transparan saja, coba Pian cek saja gedung itu, bahkan dinding aja sudah ada yang retak-retak. Berarti kan tukangnya kurang profesional,” ujarnya.

Menurut Mujiono, gedung tersebut kemungkinan masih berada dalam tahap masa pemeliharaan. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci sampai kapan masa pemeliharaan itu berlangsung.

“Dan mungkin saat ini masih dalam tahap masa pemeliharaan,” katanya.

Sementara itu, terkait aspek teknis bangunan, redaksi juga berupaya menghubungi DPUPRPKPP Kapuas selaku satuan kerja yang tercatat dalam dokumen RUP. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

Temuan kebocoran pada gedung yang baru ditempati ini menjadi sorotan karena bangunan tersebut merupakan fasilitas pelayanan publik. Gedung DPKP Kapuas digunakan untuk mendukung kerja pemadam kebakaran dan penyelamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Kapuas.

Hingga berita ini disusun, redaksi masih menunggu keterangan resmi dari DPUPRPKPP Kapuas maupun pihak pelaksana pekerjaan mengenai penyebab kebocoran, tindak lanjut perbaikan, masa pemeliharaan pekerjaan, serta evaluasi terhadap kondisi bangunan.

Simak Berita Lainnya dari Cyrustimes dengan Mengikuti di Google Berita