Estimasi waktu baca: 4 menit baca

Aceh Tengah Tembus ISPU 9.375

CYRUSTIMES, JAKARTA – Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Indonesia semakin mengkhawatirkan pada Jumat (16/10/2026) pagi. Pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan puluhan stasiun di Pulau Sumatra dan Kalimantan mencatat tingkat pencemaran yang masuk kategori berbahaya.

Kabupaten Aceh Tengah menjadi wilayah dengan nilai ISPU tertinggi dalam daftar pemantauan, disusul Kota Palangka Raya, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Berdasarkan data stasiun pemantauan otomatis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dihimpun Cyrustimes, Aceh Tengah mencatat ISPU 9.375, sedangkan Palangka Raya mencapai 4.190.

Angka tersebut jauh melampaui ambang batas kategori berbahaya, yakni ISPU di atas 300.

Daftar 20 Daerah dengan ISPU Berbahaya

Berikut 20 kota dan kabupaten dengan nilai ISPU tertinggi berdasarkan data pemantauan pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Stasiun di wilayah WITA mencatat waktu pembaruan setempat yang dapat berbeda.

No.Kota/KabupatenProvinsiNilai ISPU
1Aceh TengahAceh9.375
2Palangka RayaKalimantan Tengah4.190
3Gunung MasKalimantan Tengah2.562
4Hulu Sungai SelatanKalimantan Selatan1.885
5KatinganKalimantan Tengah1.377
6BanjarmasinKalimantan Selatan1.225
7PalembangSumatra Selatan1.055
8Barito KualaKalimantan Selatan853
9Barito SelatanKalimantan Tengah814
10TeboJambi718
11Penukal Abab Lematang IlirSumatra Selatan661
12PadangSumatra Barat480
13Kota JambiJambi416
14PrabumulihSumatra Selatan414
15KapuasKalimantan Tengah379
16Kotawaringin TimurKalimantan Tengah374
17KamparRiau348
18BengkalisRiau332
19Tanjung Jabung TimurJambi325
20Indragiri HilirRiau319

Sumber: Data stasiun pemantauan otomatis KLH, 16 Oktober 2026. Seluruh angka merupakan pembacaan stasiun, bukan rata-rata kualitas udara seluruh wilayah administratif.

Dari daftar tersebut, Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah wilayah terbanyak, yakni enam kabupaten/kota. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat tiga wilayah.

Aceh Tengah Catat Angka Pencemaran Ekstrem

Kabupaten Aceh Tengah menempati posisi pertama dengan nilai ISPU mencapai 9.375.

Nilai tersebut sangat jauh melampaui batas kategori berbahaya sehingga memerlukan verifikasi kualitas data dari pengelola stasiun pemantauan.

Di posisi kedua, Kota Palangka Raya mencatat ISPU 4.190, disusul Kabupaten Gunung Mas sebesar 2.562.

Sementara itu, Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan mencatat angka 1.885, Kabupaten Katingan 1.377, serta Banjarmasin sebesar 1.225.

Data tersebut menunjukkan tingkat pencemaran udara yang sangat tinggi pada sejumlah titik pemantauan di Kalimantan.

Tingginya angka ISPU juga menjadi perhatian di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Namun, sumber pencemaran pada setiap stasiun masih memerlukan analisis lebih lanjut sebelum seluruhnya dikaitkan dengan karhutla.

Kualitas Udara Berbahaya Ancam Kesehatan

Kementerian Lingkungan Hidup mengklasifikasikan kualitas udara berdasarkan lima tingkatan ISPU.

Kategori baik berada pada rentang 0–50, sedang 51–100, tidak sehat 101–200, sangat tidak sehat 201–300, dan berbahaya pada nilai di atas 300.

Dengan demikian, seluruh 20 lokasi dalam daftar tersebut berada pada kategori berbahaya.

Dalam kondisi ini, pencemaran udara berpotensi memberikan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat.

Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung memerlukan perlindungan lebih besar.

Partikel pencemar seperti PM2.5 dan PM10 dapat masuk ke sistem pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, terutama jika paparan berlangsung dalam waktu lama.

Kabut Asap Ganggu Aktivitas di Kalimantan

Memburuknya kualitas udara juga berlangsung di tengah gangguan aktivitas masyarakat akibat kabut asap.

Di Kalimantan Tengah, kabut asap sebelumnya menyebabkan gangguan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, karena jarak pandang menurun drastis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencemaran udara tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghambat mobilitas, pendidikan, dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah di wilayah terdampak perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama melalui penyampaian informasi kualitas udara dan perlindungan terhadap masyarakat rentan.

Pemerintah Perlu Tingkatkan Kewaspadaan

Besarnya angka ISPU di berbagai wilayah menjadi peringatan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk memperkuat pemantauan dan pengendalian pencemaran.

Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara berbahaya disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak.

Penggunaan respirator N95 atau KN95 yang terpasang dengan baik dianjurkan ketika harus berada di lingkungan berpolusi tinggi.

Selain itu, pemerintah perlu memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap menghadapi potensi peningkatan keluhan gangguan pernapasan.

Pembacaan ISPU yang mencapai ribuan juga perlu diperiksa melalui prosedur penjaminan kualitas data agar informasi yang disampaikan kepada publik benar-benar akurat.

Masyarakat dapat mengikuti perkembangan kualitas udara melalui dashboard resmi ISPU Kementerian Lingkungan Hidup.

Sumber: Dashboard ISPU KLH/BPLH; data pemantauan stasiun KLH yang ditampilkan pada portal kualitas udara Pemerintah Kabupaten Tabalong, Jumat (16/10/2026).

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja