Estimasi waktu baca: 1 menit

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai semakin mengkhawatirkan karena jaringannya disebut telah menjangkau wilayah pedesaan hingga kawasan pertambangan.

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Sugiyarto, Selasa, 7 Juli 2026, meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada penangkapan pengguna ataupun kurir narkoba.

Penindakan dinilai harus diarahkan hingga kepada bandar dan pihak yang menjadi pengendali utama jaringan peredaran.

Menurut Sugiyarto, pemberantasan narkotika sulit berjalan maksimal jika jaringan utama bisnis barang terlarang masih dapat beroperasi.

Pengungkapan bandar menjadi kunci untuk memutus jalur pasokan dan distribusi narkotika.

DPRD menilai meluasnya peredaran hingga wilayah desa menunjukkan narkoba tidak lagi hanya menjadi persoalan perkotaan.

Kawasan pertambangan emas juga disebut perlu mendapatkan perhatian dan pengawasan lebih serius.

Kondisi tersebut membutuhkan kerja sama kepolisian, BNN, pemerintah daerah dan masyarakat.

Di luar penegakan hukum, upaya pencegahan melalui edukasi juga perlu terus diperkuat.

Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang harus dilindungi karena penyalahgunaan narkotika dapat merusak kesehatan, pendidikan dan masa depan mereka.

Masyarakat juga diminta berani memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

DPRD Kalteng berharap pemberantasan dilakukan hingga sumber jaringan sehingga peredaran narkoba tidak terus berkembang ke wilayah yang lebih luas.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja