Estimasi waktu baca: 5 menit

Kunjungan Kepala BNN RI di Kalteng

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. ke Kalimantan Tengah pada 20 Agustus 2026 diwarnai sejumlah agenda strategis, mulai dari penguatan edukasi generasi muda, kuliah umum, hingga Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba.

Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan BNN RI dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, jajaran Forkopimda, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh adat dan agama, serta elemen masyarakat.

Kunjungan ini sekaligus memperkuat komitmen pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Bumi Tambun Bungai.

Kepala BNN RI Beri Kuliah Umum

Salah satu agenda utama berlangsung di Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (20/8/2026).

Kepala BNN RI memberikan kuliah umum dalam rangkaian kegiatan Gebyar Ananda Bersinar yang turut dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah serta pemberian penghargaan di bidang P4GN.

Suyudi menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan penindakan hukum.

Pencegahan harus dilakukan melalui keterlibatan pemerintah, aparat penegak hukum, institusi pendidikan, keluarga, masyarakat, serta generasi muda.

Menurutnya, membangun ketahanan generasi muda menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika yang terus berkembang.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diingatkan terhadap perkembangan modus penyalahgunaan narkotika, termasuk ancaman narkotika dalam bentuk cair yang berpotensi disalahgunakan melalui perangkat rokok elektrik atau vape.

Pesan tersebut menjadi bagian dari penguatan edukasi agar generasi muda tidak hanya menjadi sasaran pencegahan, tetapi turut mengambil peran sebagai pelopor gerakan antinarkoba.

Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui Deklarasi Akbar Perang Melawan Narkoba di Bumi Tambun Bungai Menuju Kalteng Bersinar yang digelar di kawasan Bundaran Besar/Menara Talawang, Palangka Raya.

Kegiatan tersebut diinisiasi Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, BNN, jajaran Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.

Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turut hadir dalam deklarasi tersebut.

Sebanyak 3.333 peserta, terutama pelajar dan mahasiswa, dilibatkan sebagai simbol keterlibatan generasi muda dalam gerakan melawan narkoba.

Angka 3.333 juga memiliki makna khusus. Angka tiga dikaitkan dengan penghormatan terhadap tiga anggota kepolisian yang gugur dalam tugas pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan.

Kehadiran ribuan pelajar dan mahasiswa diharapkan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi bagian dari gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Perang Narkoba Disebut Bukan Sekadar Slogan

Dalam deklarasi tersebut, Kepala BNN RI menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan sekadar slogan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari perjuangan bersama untuk melindungi generasi muda, menjaga kedaulatan negara, sekaligus menyelamatkan masa depan bangsa.

Karena itu, pemberantasan narkoba membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah, aparat penegak hukum, sekolah dan perguruan tinggi, keluarga, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga generasi muda dinilai memiliki peran masing-masing dalam membangun benteng pertahanan terhadap narkotika.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga mengajak masyarakat memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kalimantan Tengah yang bersih dari narkoba.

Komitmen tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan P4GN melalui pendekatan lintas sektor dan keterlibatan masyarakat secara lebih luas.

Sembilan Tongkat Komando Jadi Simbol Komitmen

Deklarasi juga diwarnai prosesi penyerahan sembilan tongkat komando kepada unsur pimpinan daerah dan elemen strategis di Kalteng.

Tongkat tersebut menjadi simbol keberanian, amanah dan tanggung jawab dalam memimpin upaya perang melawan narkoba di wilayah Kalteng.

Ketua GDAN Kalteng Sadagori Henoch Binti menyampaikan bahwa deklarasi tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada personel kepolisian yang gugur dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba.

Ia mendorong masyarakat, lembaga adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Perkuat Peran Generasi Muda

Rangkaian kunjungan Kepala BNN RI tersebut memperlihatkan bahwa strategi pemberantasan narkoba di Kalteng tidak hanya diarahkan pada penindakan terhadap jaringan peredaran gelap.

Aspek edukasi, pencegahan dan pembangunan ketahanan masyarakat juga menjadi perhatian.

Kuliah umum di lingkungan pemerintahan serta pelibatan ribuan pelajar dan mahasiswa dalam deklarasi menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Generasi muda diposisikan bukan hanya sebagai kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga sebagai bagian penting dari gerakan pencegahan.

Pendekatan tersebut menjadi relevan karena perkembangan teknologi dan pola pergaulan dapat membuka ruang munculnya modus baru penyalahgunaan narkotika.

Komitmen Harus Berlanjut Setelah Deklarasi

Rangkaian kegiatan kunjungan Kepala BNN RI di Kalteng pada akhirnya membawa satu pesan utama: perang melawan narkoba membutuhkan konsistensi dan kerja bersama.

Deklarasi, kuliah umum, pemberian penghargaan maupun agenda seremonial lainnya menjadi titik penguatan komitmen.

Namun, keberhasilan P4GN tetap bergantung pada implementasi setelah kegiatan berlangsung.

Pencegahan di sekolah dan perguruan tinggi, penguatan peran keluarga, edukasi masyarakat, pemberantasan jaringan peredaran gelap, rehabilitasi serta pengawasan terhadap modus baru penyalahgunaan narkotika menjadi pekerjaan berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan BNN RI bersama seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat kolaborasi tersebut untuk mewujudkan Kalteng BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

Dengan demikian, kunjungan Kepala BNN RI tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi dapat menjadi momentum memperkuat gerakan antinarkoba yang berkelanjutan di seluruh Kalimantan Tengah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja