Estimasi waktu baca: 4 menit

Kabut Asap, Listrik Padam dan BBM Langka

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYASolidaritas Perempuan (SP) Mamut Menteng Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai perempuan menjadi salah satu kelompok yang paling rentan menghadapi rangkaian krisis lingkungan dan energi di Kalteng.

Organisasi tersebut menyoroti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemadaman listrik bergilir, serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya perempuan, anak-anak, dan kelompok marginal.

Pernyataan tersebut disampaikan SP Mamut Menteng pada Kamus (20/8/2026) sebagai respons terhadap kondisi yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

SP Mamut Menteng menilai persoalan tersebut tidak semata-mata merupakan bencana alam atau kendala teknis, tetapi juga berkaitan dengan tata kelola lingkungan dan pemenuhan hak dasar masyarakat.

Perempuan Hadapi Beban Ganda Saat Krisis

Ketua Badan Eksekutif Komunitas (BEK) SP Mamut Menteng, Irene Natalia Lambung, mengatakan perempuan menghadapi beban tambahan ketika krisis lingkungan dan energi terjadi secara bersamaan.

Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam pekerjaan perawatan keluarga sehingga dampak krisis dapat dirasakan secara berlapis.

“Perempuan selalu menjadi yang pertama terdampak ketika krisis lingkungan dan energi terjadi. Ketika udara bersih tidak lagi dapat dihirup bebas, pemadaman listrik serta kelangkaan BBM membuat kerja-kerja perawatan yang dibebankan kepada perempuan semakin berat,” ujar Irene dalam pernyataan tertulis.

Ia menilai pemerintah tidak boleh membiarkan kondisi tersebut berlangsung tanpa solusi yang konkret.

“Negara semestinya tidak boleh terus melakukan pembiaran dan mengorbankan keselamatan rakyatnya,” tegasnya.

Kabut Asap Tambah Beban Perawatan Keluarga

SP Mamut Menteng menyoroti dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.

Kelompok perempuan hamil, ibu menyusui, serta masyarakat dengan penyakit bawaan dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi ketika kualitas udara memburuk.

Selain menghadapi risiko terhadap kesehatan sendiri, perempuan juga kerap menjadi pihak yang harus merawat anggota keluarga ketika mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

SP Mamut Menteng menyebut kondisi tersebut juga dirasakan oleh sebagian perempuan di wilayah pengorganisasian mereka.

Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Rumah Tangga

Dampak lain yang disoroti adalah pemadaman listrik bergilir.

Menurut SP Mamut Menteng, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas ekonomi rumah tangga dan usaha kecil yang banyak dijalankan perempuan.

Gangguan listrik disebut dapat memengaruhi penyimpanan bahan pangan hingga proses produksi usaha rumahan. Kondisi tersebut pada akhirnya berpotensi meningkatkan biaya produksi dan mengurangi produktivitas.

Persoalan listrik juga dinilai tidak hanya berdampak terhadap rumah tangga, tetapi berpotensi mengganggu pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih luas.

Antrean BBM Dinilai Tambah Kerentanan Perempuan

SP Mamut Menteng juga menyoroti persoalan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Kalteng.

Antrean panjang di sejumlah titik disebut membuat perempuan harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Situasi tersebut dinilai menyita waktu produktif, mengganggu aktivitas keluarga, serta menimbulkan persoalan keamanan ketika perempuan harus berada dalam antrean panjang di ruang publik.

Menurut SP Mamut Menteng, persoalan tersebut menunjukkan bahwa krisis lingkungan dan energi dapat saling memperbesar dampak terhadap kelompok masyarakat yang sudah rentan.

SP Mamut Menteng Sampaikan Empat Tuntutan

Atas kondisi tersebut, SP Mamut Menteng menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah dan lembaga terkait.

Pertama, pemerintah daerah dan pemerintah pusat diminta menindak tegas korporasi yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan.

Kedua, PLN dan pemerintah diminta memberikan transparansi, kepastian, serta solusi konkret terkait pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan sektor ekonomi domestik dan pelayanan publik.

Ketiga, Pertamina dan BPH Migas diminta mengusut penyebab kelangkaan BBM, memastikan ketersediaan stok serta menjamin distribusi yang adil dan tidak menyimpang.

Keempat, SP Mamut Menteng meminta negara melaksanakan Putusan Mahkamah Agung Nomor 3555 K/PDT/2018 yang berkaitan dengan gugatan warga negara atau Citizen Law Suit (CLS).

Minta Krisis Lingkungan dan Energi Ditangani Serius

SP Mamut Menteng menilai penanganan krisis di Kalteng perlu menggunakan perspektif perlindungan kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut mereka, kebijakan penanganan karhutla, kelistrikan dan distribusi BBM tidak cukup hanya berorientasi pada penyelesaian gangguan teknis, tetapi juga harus memperhitungkan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Organisasi tersebut mendorong pemerintah memastikan hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat, energi yang tersedia secara adil, serta perlindungan terhadap kelompok yang paling terdampak ketika krisis terjadi.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja