CNG 3 Kg Disiapkan Jadi Pengganti LPG
CYRUSTIMES, JAKARTA – Pemerintah mulai menyiapkan Compressed Natural Gas atau CNG sebagai energi alternatif pengganti LPG 3 kilogram.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM saat ini tengah menyiapkan CNG dalam ukuran tabung 3 kilogram. Produksi CNG 3 kg ditargetkan mulai berjalan pada Juli 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, langkah tersebut disiapkan karena konsumsi LPG nasional masih jauh lebih besar dibanding produksi dalam negeri.
Menurut Bahlil, total konsumsi LPG nasional mencapai 8,5 juta ton per tahun. Sementara produksi dalam negeri hanya berada di kisaran 1,8 juta hingga 1,9 juta ton per tahun. Sisanya masih harus dipenuhi melalui impor.
“Selebihnya kita impor. 75 persen sampai 80 persen impor. Kenapa LPG kita cuma 20 persen dari total kapasitas konsumsi kita? Karena memang bahan bakunya itu C3 C4. Gas kita melimpah, tapi gas kita itu C1 C2,” kata Bahlil dalam CNBC Energy Forum 2026 di Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2026, dikutip dari detikFinance.
Pemerintah Manfaatkan Gas C1 dan C2
Bahlil menjelaskan, pemerintah kini mengalihkan fokus pada pemanfaatan gas bumi jenis C1 dan C2 yang cadangannya dinilai melimpah di Indonesia.
Gas tersebut akan diolah menjadi CNG sebagai alternatif energi untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor.
Ia mencontohkan temuan cadangan gas raksasa di Kalimantan Timur yang memiliki potensi 5 triliun kaki kubik.
Cadangan itu masih ditambah potensi 2 TCF serta kondensat setara 200.000 barel minyak. Menurut Bahlil, produksi dari temuan tersebut diperkirakan dapat mulai berjalan pada 2028 hingga 2029.
“Di 2028-2029 produksinya itu bisa mencapai 3.000 MM. Sementara untuk meng-cover konsumsi LPG kita tidak lebih dari 800 MM. Jadi, surplusnya banyak sekali,” ujar Bahlil.
Menurutnya, pemanfaatan CNG bukan hal baru di Indonesia. CNG ukuran 12 kg dan 50 kg sebelumnya telah digunakan untuk kebutuhan industri hotel, restoran, dan kafe.
Namun, tantangan utama saat ini adalah menghadirkan CNG dalam ukuran 3 kg agar dapat digunakan masyarakat yang selama ini memakai LPG subsidi.
Uji Coba Masuk Tahap Ketiga
Bahlil mengatakan, uji coba CNG tabung 3 kg telah memasuki tahap ketiga bersama PT Pertamina.
Dalam pengembangan tersebut, pemerintah menyiapkan tabung CNG 3 kg dengan tekanan 200 hingga 250 bar. Sistem tabung juga sedang diuji menggunakan valve khusus.
Menurut Bahlil, teknologi yang disiapkan memungkinkan masyarakat tidak perlu mengganti kompor secara langsung.
“Cuma untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kg, tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah, ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai valve,” jelasnya.
“Nanti kompornya tidak perlu diganti kompor langsung, dan itu bisa menahan peledakan dan kebakaran. Itu sudah sekarang lagi diuji. Sekarang kita lagi uji tahap ketiga mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi,” lanjut Bahlil.
Rencana produksi CNG 3 kg menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Jika berjalan sesuai rencana, CNG 3 kg diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban impor LPG yang selama ini masih tinggi.
Meski demikian, implementasi program tersebut tetap membutuhkan kesiapan distribusi, standar keamanan tabung, sosialisasi penggunaan, serta kepastian harga agar dapat diterima masyarakat luas.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.


Tinggalkan Balasan