Cyrustimes.com,Jakarta–Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkapkan serangan siber akan terus mengalami kenaikan seiring dengan banyak yang mengadopsi layanan digital 

Hal itu diungkapkan Hinsa dalam konferensi pers Annual Report BSSN 2022 di Kantor BSSN, Ragunan, Jakarta.

Hut Kalteng 3
Hut Kalteng 6
Hut Kalteng 7
20240510_224655
Idul Adha Erlin Hardi

Hinsa mengungkapkan bukan hanya Indonesia yang akan menggelar Pemilu 2024 yang membuat serangan siber naik, melainkan masyarakat yang memanfaatkan layanan digital kian tumbuh.

“Semakin meningkat kita menggunakan digital, pada saat itu juga akan meningkatkan kerawanan. Tentunya, dinamika akan berkembang ya, karena kita akan menghadapi Pemilu,” ujar Hinsa.

WhatsApp Image 2024-05-10 at 19.43.24_7ffe9241
Fairid naparin idul adha
IMG-20240617-WA0075
idul adha barsel

Meski begitu, Hinsa ingin BSNN bersiap diri menghadapi pemilu di tahun 2024 dan masa persiapannya di tahun 2023. Sebab, pesta demokrasi itu juga bisa memicu serangan siber.

“Kita akan menghadapi pemilu, tentu orang pemilu itu adalah mempengaruhi hati dan pikiran orang untuk sesuai keinginan pihak tertentu. Ini juga mendorong meningkatnya serangan siber kalau mereka menggunakan siber,” tuturnya.

Hut Kapuas Erlin Hardi
PJ BUpati Kapuas, Erlin Hardi ASN Netral

BSSN mengimbau peserta pemilu tidak menggunakan siber sebagai ajang adu domba, menyebarkan hoax, sampai memecah belah masyarakat.

“Itu kira-kira peningkatan (serangan siber) terjadi karena faktor-faktor tadi. Tapi, rumusnya semakin kita menggunakan ruang siber, pada saat itu secara paralel ada kerawanan yang mengancam,” ucap Hinsa.