Peringatan Harkitnas ke-118 menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan karhutla dan ketahanan pangan daerah.
CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng).
Pesan itu disampaikan melalui amanat tertulis Gubernur Kalimantan Tengah yang dibacakan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas ke-118.
Upacara berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jumat, 22 Mei 2026.
Dalam amanat tersebut, pemerintah menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, memperkuat ketahanan pangan, serta membangun daerah yang mandiri dan tangguh.
Karhutla Jadi Ancaman Nyata
Kalimantan Tengah memiliki riwayat panjang menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Ancaman itu selalu meningkat ketika musim kemarau datang, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut dan lahan kering.
Karhutla tidak hanya merusak lingkungan. Dampaknya juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, ekonomi, hingga pelayanan publik.
Karena itu, peringatan Harkitnas tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial. Momentum ini diarahkan untuk membangun kesadaran kolektif bahwa kesiapsiagaan bencana harus dimulai sebelum api muncul.
Zaini, saat membacakan amanat Gubernur Kalteng, mengingatkan bahwa seluruh pihak perlu memperkuat koordinasi dan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat diminta mengambil peran dalam mencegah kebakaran sejak dini.
Ketahanan Pangan Ditekankan
Selain karhutla, amanat Gubernur Kalteng juga menyoroti penguatan ketahanan pangan.
Isu ini menjadi penting karena perubahan iklim, gangguan cuaca, dan risiko bencana dapat memengaruhi produksi pertanian. Jika produksi terganggu, dampaknya dapat menjalar ke pasokan dan harga kebutuhan pokok.
Pemerintah menilai Kalimantan Tengah harus mampu memperkuat kemandirian pangan. Daerah tidak boleh hanya bergantung pada pasokan dari luar, terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat.
Penguatan ketahanan pangan perlu dilakukan melalui peningkatan produksi lokal, perlindungan petani, pengelolaan lahan yang berkelanjutan, serta distribusi pangan yang lancar.
Bagi Palangka Raya, isu ketahanan pangan juga berkaitan langsung dengan stabilitas harga di pasar dan daya beli masyarakat.
Kemandirian Daerah
Melalui amanat tertulisnya, Gubernur Kalteng menegaskan bahwa Bumi Tambun Bungai harus membuktikan diri sebagai daerah yang mandiri dan kuat.
Kemandirian itu tidak hanya dilihat dari kemampuan pemerintah menjalankan program pembangunan. Kemandirian juga terlihat dari kesiapan daerah menghadapi ancaman bencana, menjaga pangan, dan menggerakkan potensi ekonomi lokal.
Dalam konteks Harkitnas, semangat kebangkitan harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata. Pemerintah daerah perlu memperkuat pelayanan, memperluas kolaborasi, dan memastikan program pembangunan menjawab kebutuhan masyarakat.
Zaini menegaskan, semangat kebangkitan nasional harus menjadi dorongan untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan daerah.
Pencegahan Harus Dimulai dari Warga
Ancaman karhutla tidak dapat ditangani hanya dengan pemadaman. Pencegahan justru menjadi kunci utama.
Masyarakat perlu menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Pemerintah daerah perlu memastikan edukasi karhutla terus berjalan hingga tingkat kelurahan. Wilayah rawan harus dipetakan, sarana pemadaman perlu disiapkan, dan koordinasi lapangan harus diperkuat sebelum kemarau mencapai puncaknya.
Jika pencegahan berjalan lemah, kerugian akibat karhutla bisa jauh lebih besar dibanding biaya antisipasi.
Harkitnas Jadi Pengingat
Peringatan Harkitnas ke-118 di Palangka Raya menjadi pengingat bahwa tantangan kebangkitan daerah hari ini tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik.
Daerah juga harus siap menghadapi ancaman ekologis, menjaga pangan, dan memperkuat ketahanan masyarakat.
Karhutla dan pangan menjadi dua isu yang saling berkaitan. Ketika lingkungan rusak dan musim berubah ekstrem, produksi pangan dapat ikut tertekan.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan agenda pencegahan karhutla berjalan seiring dengan penguatan pertanian, perlindungan lahan produktif, dan stabilisasi kebutuhan pokok.
Bagi Palangka Raya dan Kalimantan Tengah, pesan Harkitnas kali ini jelas. Kebangkitan harus terlihat dari kesiapan menghadapi ancaman, kemampuan menjaga sumber daya, dan keberanian membangun daerah yang lebih mandiri.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.
