Estimasi waktu baca: 3 menit

170 Ribu Penumpang Terdampak

CYRUSTIMES, JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan delapan bandara ditutup sementara hingga Senin pagi (7/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik yang mengganggu ruang udara.

Gangguan tersebut berdampak terhadap sekitar 1.558 penerbangan domestik dan internasional. Lebih dari 170 ribu penumpang dilaporkan terkena dampak pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi lokasi dengan gangguan terbesar. Lebih dari 960 penerbangan di bandara tersebut terdampak sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

Penutupan Delapan Bandara akibat Abu Vulkanik

Penutupan bandara dilakukan untuk menjamin keselamatan penerbangan setelah abu vulkanik terdeteksi menyebar di sejumlah jalur penerbangan.

Partikel abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta mengganggu mesin, sistem navigasi, dan komponen penting pesawat.

Delapan bandara yang ditutup sementara meliputi:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang
  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
  • Bandara Radin Inten II, Lampung
  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung
  • Bandara Budiarto, Curug, Tangerang
  • Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan
  • Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pesisir Barat, Lampung
  • Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumsel

Status penutupan masing-masing bandara masih dievaluasi secara berkala berdasarkan arah sebaran abu dan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Bandara Alternatif Beroperasi 24 Jam

Sejumlah bandara alternatif disiapkan untuk menangani penerbangan yang terdampak penutupan.

Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, serta Bandara Adi Soemarmo di Solo disiagakan beroperasi selama 24 jam.

Pemindahan penerbangan ke bandara alternatif tetap bergantung pada keputusan dan kesiapan masing-masing maskapai.

Penumpang juga dapat memilih menjadwalkan ulang perjalanan atau mengajukan pembatalan tiket sesuai kebijakan maskapai.

Transportasi Gratis untuk Penumpang Terdampak

Bus dan kereta api gratis disiapkan bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju bandara alternatif.

Penumpang dapat mendaftarkan diri melalui pos pelayanan yang tersedia di terminal. Armada bus tahap awal disiapkan menuju Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.

Layanan pendukung berupa ruang tunggu dan konsumsi juga disediakan bagi penumpang selama proses pengalihan perjalanan.

Calon penumpang diminta terus memeriksa jadwal keberangkatan karena perubahan dapat terjadi mengikuti kondisi ruang udara dan keputusan operasional maskapai.

Abu Vulkanik Mencapai Ketinggian 15 Kilometer

Erupsi terbaru Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 20.23 WIB.

Kolom abu vulkanik terpantau mencapai ketinggian sekitar enam kilometer ke arah Pulau Jawa dan hingga 15 kilometer di sisi Sumatera.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, nelayan, dan pelaku pelayaran dilarang mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Pembelajaran di Sejumlah Sekolah Dialihkan

Kondisi udara akibat sebaran abu vulkanik turut memengaruhi kegiatan pendidikan di sejumlah wilayah Jakarta dan Lampung.

Kegiatan belajar di beberapa sekolah dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi risiko paparan abu terhadap siswa dan tenaga pendidik.

Masyarakat di wilayah terdampak dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menutup tempat penyimpanan makanan dan air.

Warga juga diminta membersihkan endapan abu secara aman dan tidak melakukan aktivitas di sekitar zona bahaya Gunung Anak Krakatau.

Jadwal Penerbangan Dapat Berubah

Hingga Senin pagi, belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali seluruh bandara yang terdampak.

Keputusan pembukaan bandara akan mempertimbangkan perkembangan aktivitas gunung, arah angin, konsentrasi abu vulkanik, dan keselamatan jalur penerbangan.

Penumpang disarankan memeriksa pemberitahuan terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat menuju terminal.

Status penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil pemantauan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja