Estimasi waktu baca: 2 menit

Harga Sawit Anjlok Usai Kebijakan Ekspor

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Merosotnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mendapat perhatian DPRD Kalimantan Tengah. Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Sudarsono, menyayangkan penurunan harga yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kotawaringin Timur.

Harga TBS di Kotawaringin Timur dilaporkan turun drastis dari sebelumnya hampir Rp3.000 per kilogram, menjadi sekitar Rp1.000 hingga Rp1.750 per kilogram.

Menurut Sudarsono, penurunan tersebut tidak hanya terjadi di Kalteng, tetapi juga dirasakan di berbagai wilayah Indonesia.

Gejolak harga disebut berkaitan dengan sentimen pasar terhadap wacana kebijakan ekspor satu pintu melalui lembaga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kita menyayangkan turunnya harga TBS di seluruh wilayah. Bukan hanya sekadar di wilayah kita saja, tapi di mana saja. Ketika ada kebijakan pemerintah pusat melalui Presiden yang kemarin sempat membuat para pelaku pengusaha CPO agak terkejut dengan kebijakan itu,” ujar Sudarsono, Selasa (2/6/2026).

Sudarsono Optimistis Harga Kembali Naik

Meski terjadi penurunan cukup tajam, Sudarsono optimistis kondisi pasar akan segera membaik setelah pemerintah melakukan penyempurnaan terhadap sistem ekspor satu pintu.

Ia menilai gejolak yang terjadi tidak akan berlangsung terlalu lama apabila sistem baru tersebut berjalan dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

“Tapi bagaimana pun saya berkeyakinan ini mungkin tidak terlalu lama. Karena begitu pemerintah mengambil alih melalui satu pintu ekspor, tentu ada perbaikan-perbaikan yang mudah-mudahan sentimen ini tidak terlalu lama,” katanya.

Sudarsono juga menyebut adanya indikasi awal pemulihan harga dalam beberapa hari terakhir.

Menurut dia, harga sawit mulai bergerak naik dibandingkan kondisi ketika kebijakan tersebut pertama kali memunculkan gejolak di pasar.

“Dan kita pun melihat ini harga sawit sudah mulai merangkak naik. Udah kelihatan dari beberapa hari setelah kebijakan dibanding sekarang sudah ada peningkatan harga,” jelasnya.

DPRD Minta Pemda Antisipasi Dampak Kebijakan

Di tengah kondisi pasar yang masih bergerak, DPRD Kalteng meminta pemerintah daerah tidak menunggu terlalu lama untuk melakukan langkah antisipasi.

Sudarsono mendorong Gubernur Kalteng bersama para bupati untuk memantau perkembangan harga sekaligus menindaklanjuti dampak kebijakan pemerintah pusat di daerah.

“Kita minta juga kepada Pak Gubernur, para Bupati agar bisa juga mengantisipasi seperti apa selanjutnya, menindaklanjuti kebijakan ini agar harga segera kembali stabil,” pungkasnya.

Bagi Kalteng, pergerakan harga TBS menjadi perhatian penting karena sawit merupakan salah satu komoditas utama yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.

Sudarsono berharap tren kenaikan harga yang mulai terlihat dapat berlanjut sehingga harga TBS kembali memberikan ruang yang lebih baik bagi petani dan pelaku usaha sawit di daerah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja