Estimasi waktu baca: 3 menit

Udara Kalteng Masih Berbahaya

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA Kualitas udara di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali berada pada kondisi mengkhawatirkan. Pada Sabtu (5/9/2026) pagi, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kalteng tercatat mencapai 602, sekaligus menjadi yang terburuk di Indonesia.

Berdasarkan data ISPU Kementerian Lingkungan Hidup yang dihimpun pada pukul 08.00 WIB, angka 602 telah jauh melewati ambang kategori berbahaya. Dalam klasifikasi ISPU, nilai di atas 300 masuk kategori berbahaya dan dapat menimbulkan dampak kesehatan serius.

Kondisi tersebut terjadi di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang dalam beberapa pekan terakhir melanda sejumlah wilayah Kalteng.

Kalteng Paling Buruk, Kalbar Menyusul

Data pada Sabtu pagi menempatkan Kalteng jauh di atas provinsi lain dalam daftar wilayah dengan indeks kualitas udara tertinggi.

Kalimantan Barat berada di posisi kedua dengan ISPU 314, disusul Riau 263, Kalimantan Selatan 239, Jambi 212, Sumatera Selatan 188, Kalimantan Timur 130, DKI Jakarta 112, Bengkulu 101, dan Banten 97.

Dengan angka tersebut, Kalteng dan Kalbar sama-sama berada pada kategori berbahaya.

Sementara Riau, Kalsel dan Jambi berada pada kategori sangat tidak sehat berdasarkan rentang ISPU.

Palangka Raya, Jarak Pandang di Bawah 2 Kilometer

Dampak kondisi atmosfer juga terlihat di Palangka Raya pada Sabtu pagi.

Pemantauan BMKG yang diperbarui sekitar pukul 09.20 WIB menunjukkan jarak pandang di Pahandut hanya di bawah 2 kilometer. Kondisi serupa tercatat di Kalampangan, Kecamatan Sabangau.

Di Kereng Bangkirai, pembaruan BMKG sekitar pukul 09.30 WIB juga menunjukkan jarak pandang kurang dari 2 kilometer.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kabut asap akibat karhutla yang turut mengganggu aktivitas masyarakat.

Bukan Pertama Kali Kalteng Berada di Level Ekstrem

Kualitas udara ekstrem bukan baru terjadi pada Sabtu pagi.

Empat hari sebelumnya, tepatnya 1 September 2026 pukul 08.00 WIB, ISPU Kalteng bahkan tercatat mencapai 646 dan ketika itu juga menjadi yang terburuk di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan persoalan kualitas udara di Kalteng belum sepenuhnya mereda.

Sejumlah kabupaten juga sempat mencatat angka ekstrem. Data yang dirilis beberapa hari lalu menunjukkan Katingan pernah mencapai ISPU 1.919, Kotawaringin Timur 478, Kapuas 396, Gunung Mas 381 dan Murung Raya 322.

Sementara data kualitas udara pada akhir Agustus juga pernah menunjukkan ISPU di kawasan Jekan Raya, Palangka Raya mencapai 694.

Warga Perlu Waspadai Paparan Udara

Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan lima klasifikasi ISPU, yakni baik pada rentang 0–50, sedang 51–100, tidak sehat 101–200, sangat tidak sehat 201–300, dan berbahaya pada nilai 300 ke atas.

Dengan ISPU Kalteng mencapai 602 pada Sabtu pagi, kualitas udara berada jauh di atas batas kategori berbahaya.

BMKG sendiri memiliki sistem peringatan dini kualitas udara ekstrem berdasarkan konsentrasi PM2.5. Kondisi tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya masuk dalam kategori kualitas udara ekstrem yang dipantau untuk tiga hari ke depan.

Situasi ini membuat masyarakat, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit pernapasan dan warga yang bekerja di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan udara buruk.

Perkembangan kualitas udara juga perlu dipantau secara berkala karena nilai ISPU dapat berubah mengikuti konsentrasi polutan dan kondisi atmosfer.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja