Estimasi waktu baca: 2 menit

1,43 Juta Murid Terdampak PJJ

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengubah aktivitas belajar jutaan anak. Ketika kualitas udara memburuk, ruang kelas terpaksa ditinggalkan dan pembelajaran kembali berpindah ke rumah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat 12.874 sekolah dengan sekitar 1,43 juta murid di enam provinsi terdampak kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat karhutla.

Kalteng menjadi salah satu daerah yang menerapkan kebijakan tersebut.

Pemprov Kalteng mulai memberlakukan PJJ pada 31 Agustus 2026 setelah kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk.

Kesehatan Siswa Jadi Pertimbangan

Kebijakan PJJ ditempuh untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.

Pemprov Kalteng menempatkan kesehatan dan keselamatan siswa sebagai prioritas selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran juga telah memantau langsung pelaksanaan PJJ untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung.

Dengan demikian, siswa memang tidak datang ke sekolah, tetapi kegiatan belajar tidak dihentikan.

PJJ Bukan Berarti Libur

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo menegaskan PJJ akibat karhutla tidak boleh diterjemahkan sebagai libur sekolah.

Pembelajaran antara lain dikawal melalui Kelas Digital Huma Betang yang menyediakan berbagai modul pembelajaran, termasuk materi tiga dimensi.

“Jangan sampai PJJ namun adik-adiknya tidak belajar,” kata Reza.

Disdik juga melakukan pemantauan secara virtual terhadap pelaksanaan pembelajaran.

Namun, pelaksanaan PJJ kembali membawa tantangan lama: akses internet dan kemampuan mengikuti pembelajaran daring tidak selalu sama bagi setiap siswa.

Laporan dari sejumlah sekolah di Kalteng menunjukkan terdapat siswa yang menghadapi kendala internet selama pelaksanaan PJJ.

Harga yang Dibayar Dunia Pendidikan

Karhutla akhirnya menciptakan persoalan yang lebih luas dari sekadar asap.

Ketika udara tidak aman untuk anak-anak, kegiatan pendidikan harus menyesuaikan diri. Guru mengubah metode mengajar, orang tua kembali mendampingi anak di rumah, sementara sekolah harus memastikan pembelajaran tetap berjalan.

Bagi Kalteng, situasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak karhutla telah masuk langsung ke ruang pendidikan.

Jika kualitas udara belum membaik, tantangannya bukan hanya mempertahankan kegiatan belajar, tetapi memastikan PJJ tidak memperlebar kesenjangan antara siswa yang memiliki akses digital memadai dan mereka yang terbatas.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja