Media Center Rokan Hilir Terpantau Masih Menampilkan Konten Judol Setiap Hari di Google Berita
CYRUSTIMES, TEKNOLOGI – Situs resmi Media Center Rokan Hilir kembali menjadi sorotan setelah diduga masih menampilkan konten promosi judi online atau Judol di Google Berita. Kondisi ini dinilai makin meresahkan karena temuan serupa sebelumnya telah muncul, namun belum terlihat upaya perbaikan serius dari pemerintah daerah setempat.
Berdasarkan tangkapan layar Google Berita yang diterima Cyrustimes, sumber Media Center Rokan Hilir kembali menampilkan sejumlah artikel dengan judul umum bernuansa cerita populer, teknologi digital, hingga gim. Namun, gambar yang menyertai artikel justru memperlihatkan materi promosi judol.
Sejumlah artikel yang muncul antara lain berjudul “Dari Kamar Kos ke Panggung Dunia: Kisah Bocah Pembawa ‘Rejeki’ di Game FPS”, “Joki Tersanjung: Mahasiswa Penyelamat Nilai Akhir yang Justru Jadi Tumpuan Ekonomi Keluarga”, dan “Perjalanan Transformasi AI Membawa Game Digital Menuju Sistem yang Lebih Fleksibel dan Andal”.
Pada bagian thumbnail, tampak gambar promosi yang mengarah pada situs judol. Artikel-artikel itu terlihat terbit dalam rentang waktu terbaru, bahkan sebagian tercatat muncul sekitar satu jam sebelum tangkapan layar diambil pada hari Minggu (12/07/2026) pagi..
Diduga Rutin Tampilkan Konten Judol
Ketua Ikatan Media Online Indonesia atau IMO DPW Kalteng, Bintang Kurnia Wahyudi Putra, menilai kondisi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai gangguan teknis biasa. Menurutnya, kemunculan konten serupa secara berulang menunjukkan adanya celah serius dalam sistem pengelolaan situs resmi pemerintah.
“Ini makin meresahkan. Media Center Rokan Hilir sebelumnya sudah ditemukan menampilkan konten diduga judol. Sekarang muncul lagi dengan pola yang hampir sama di Google Berita,” kata Bintang.
Bintang menyebut, jika situs resmi pemerintah terus menampilkan konten judol, maka kepercayaan publik terhadap kanal informasi pemerintah daerah dapat terkikis. Terlebih, Media Center merupakan wajah komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat.
“Kalau situs resmi pemerintah daerah sampai berulang kali tampil dengan konten seperti ini, publik tentu bertanya-tanya. Apakah tidak ada pengawasan? Apakah tidak ada audit sistem? Ini menyangkut kredibilitas lembaga,” ujarnya.
Belum Terlihat Upaya Perbaikan
Bintang juga menyoroti belum terlihatnya langkah perbaikan yang transparan dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir maupun Dinas Kominfo setempat. Ia menyebut, tindakan teknis seharusnya dilakukan segera setelah temuan awal mencuat.
Menurutnya, pengelola situs tidak cukup hanya menghapus artikel atau mengganti tampilan halaman. Pemeriksaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari panel administrator, akun pengguna, plugin, tema, database, file server, hingga kemungkinan adanya pintu belakang atau backdoor yang ditanam pihak tidak bertanggung jawab.
“Kalau hanya dihapus satu per satu, konten seperti ini bisa muncul lagi. Yang harus dicari adalah celah masuknya. Jangan sampai situs pemerintah dijadikan alat distribusi promosi judi online secara berulang,” kata Bintang.
Mengarah pada SEO Spam
Bintang menduga pola yang terjadi pada situs Media Center Rokan Hilir memiliki kemiripan dengan praktik SEO spam. Dalam pola ini, situs yang memiliki reputasi baik dimanfaatkan untuk menanam konten tertentu agar cepat terindeks mesin pencari dan platform agregator berita.
Situs pemerintah dinilai menjadi target menarik karena memiliki tingkat kepercayaan tinggi di mata mesin pencari. Ketika berhasil disusupi, konten spam dapat menyebar lebih cepat dan tampak seolah berasal dari sumber resmi.
“Ini bahaya. Karena yang muncul di Google Berita bukan sekadar situs sembarangan, melainkan nama Media Center Rokan Hilir. Bagi pembaca awam, itu bisa dianggap sebagai konten resmi pemerintah,” ujarnya.
Ancaman Lebih Luas
Bintang mengingatkan, penyusupan konten judol pada situs pemerintah tidak hanya berdampak pada reputasi. Jika celah keamanan tidak segera ditutup, risiko yang muncul bisa lebih luas, termasuk manipulasi informasi, penyalahgunaan akses, hingga potensi kebocoran data pemerintahan.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera melakukan audit keamanan digital dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik.
“Pemerintah daerah perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Apakah ini peretasan, kelalaian pengelolaan, atau lemahnya sistem keamanan. Publik berhak tahu karena situs itu menggunakan identitas resmi pemerintah,” kata Bintang.
Hingga berita ini disusun, Cyrustimes belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir maupun pengelola Media Center Rokan Hilir terkait dugaan konten judol yang kembali muncul di Google Berita.
Cyrustimes tetap membuka ruang klarifikasi bagi Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Kominfo setempat, maupun pihak terkait lainnya.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Tinggalkan Balasan