Estimasi waktu baca: 2 menit

CYRUSTIMES, KASONGAN – Pembinaan mental dan spiritual warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan terus diperkuat melalui pendekatan keagamaan. Guru sekaligus Pembina Yayasan Pondok Pesantren Manhajus Sholihin Kabupaten Katingan, Ustadz Achmad Arbani, turut berperan dalam kegiatan tersebut.

Sebagai tokoh agama, Achmad Arbani memberikan tausiah dan ceramah keagamaan kepada warga binaan. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pembinaan karakter sekaligus mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai agama yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kehidupan sosial yang harmonis.

Melalui tausiah yang disampaikan, warga binaan diajak memperkuat kesadaran diri, memperbaiki perilaku, serta menyiapkan diri agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

Pembinaan ini juga menjadi ruang edukasi agar warga binaan tidak mudah terpengaruh paham radikal, intoleran, atau ajakan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pendekatan keagamaan yang dilakukan Achmad Arbani menekankan cara yang humanis dan edukatif. Nilai agama tidak hanya disampaikan sebagai ajaran ibadah, tetapi juga sebagai dasar membangun perilaku sosial yang damai dan bertanggung jawab.

Dalam kegiatan tersebut, warga binaan juga diajak memahami pentingnya menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, serta menghindari sikap ekstrem dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat moderasi beragama dan persatuan bangsa. Pembinaan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat membantu membangun pribadi yang lebih matang secara mental dan spiritual.

Achmad Arbani juga mengajak masyarakat untuk terus merawat kedamaian dan ketenteraman sosial. Semangat itu dikaitkan dengan falsafah Penyang Hinje Simpei, yang bermakna hidup rukun, damai, saling menghormati, dan bergotong royong.

Falsafah tersebut dinilai relevan dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan kondusif. Terutama di tengah tantangan sosial yang membutuhkan peran aktif tokoh agama, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.

Melalui pembinaan keagamaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berdampak bagi warga binaan, tetapi juga menjadi kontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Katingan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.