Salah satu yang paling urgen adalah dinas pendidikan. Harus diperhatikan betul kualitas sarana dan prasarana penunjang pembelajaran seperti ruangan sampai fasilitas seperti WC. Di lapangan cukup memprihatinkan.

“Padahal dananya ada, hanya realisasi di lapangan belum kelihatan, sekali lagi ini menjadi catatan penting. Serta dinas-dinas lainya dengan tupoksi kerja masing-masing, yang dalam hemat saya merupakan satu kesatuan, koordinatif, sehingga tidak ada yang namanya berjalan sendiri-sendiri,”ucapnya lagi.

Menurutnya, setiap kinerja yang dilakukan itu merupakan akumulasi pembangunan yang akan membawa Kabupaten Lahat ke arah yang lebih baik.

Kemudian lanjutnya dengan ketegasan yang dimiliki BZ, sudah dipastikan tidak segan-segan memberikan sanksi kepada Kadis yang tidak bekerja sesuai prosedur kebijakan yang berlaku, bisa berujung pada pemecatan apabila kinerja Kadis tidak menunjukan hasil yang baik.

“Bahkan tentu dibawa ke ranah pidana apabila menyeleweng pada tindakan koruptif. Jadi jangan main-main untuk periodesasi ini,”paparnya.

Atas kinerja yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Bupati BZ, Oktaria memberi apresiasi yang setinggi-tingginya.

Menurutnya BZ telah menunjukan sisi optimisme dengan telah direalisasikan hal-hal kecil tapi berdampak besar, serta proyeksi langkah-langkah kongkrit yang akan dilakukan dalam jangka waktu pendek, menengah dan panjang pada periodesasi kepemimpinannya.

“Keberanian dan ketegasannya sekali lagi patut kita apresiasi. Kita masyarakat umum sebagai bagian dari Kabupaten Lahat harus mendukung setiap langkah yang diambil Bupati dan Wakil Bupati dalam Menata Kota Membangun Desa, dengan prinsip Berkelanjutan dan Inklusif dalam rangka mentransformasikan Kabupaten Lahat ke arah berkemajuan,”pungkasnya.