Kendaraan, Mesin dan Alat Berat Bisa Memakai BBM B50
CYRUSTIMES, JAKARTA – Pemerintah mulai mendorong penggunaan Biodiesel B50 sebagai kelanjutan dari program BioSolar B40. Namun, pertanyaan yang banyak muncul di masyarakat adalah: kendaraan apa saja yang bisa memakai BBM B50?
Berdasarkan keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati seperti sawit dan 50 persen bahan bakar solar. Artinya, BBM ini ditujukan untuk kendaraan atau mesin yang menggunakan bahan bakar diesel, bukan kendaraan berbahan bakar bensin.
- Kendaraan, Mesin dan Alat Berat Bisa Memakai BBM B50
- 1. Mobil Diesel di Bawah 3,5 Ton
- 2. Truk dan Kendaraan Diesel di Atas 3,5 Ton
- 3. Alat Berat Pertambangan
- 4. Alat dan Mesin Pertanian
- 5. Kapal dan Angkutan Laut
- 6. Kereta Api dan Genset
- Bukan untuk Kendaraan Bensin
- Tetap Perhatikan Rekomendasi Pabrikan
- Kesimpulan
1. Mobil Diesel di Bawah 3,5 Ton
Kategori pertama yang masuk cakupan uji B50 adalah kendaraan diesel ringan atau kendaraan otomotif di bawah 3,5 ton. Jenis ini mencakup mobil penumpang diesel, pikap diesel, hingga kendaraan niaga ringan bermesin diesel.
Kementerian ESDM menyebut uji jalan B50 pada sektor otomotif dilakukan untuk memastikan implementasi tidak mengganggu performa kendaraan diesel. Dalam uji tersebut, kendaraan diesel kategori di bawah 3,5 ton sudah menempuh puluhan ribu kilometer dan hasil sementara disebut aman.
2. Truk dan Kendaraan Diesel di Atas 3,5 Ton
Selain kendaraan ringan, B50 juga diuji pada kendaraan diesel di atas 3,5 ton. Kategori ini mencakup truk angkutan barang, kendaraan logistik, bus, dan kendaraan operasional berat lainnya.
Dalam pengujian sektor otomotif, kendaraan diesel di atas 3,5 ton menjadi salah satu fokus karena kendaraan jenis ini memiliki beban operasional tinggi dan konsumsi solar besar. ESDM menyebut hasil uji jalan B50 sektor otomotif menunjukkan kondisi mesin dan filter bahan bakar masih dalam batas standar.
3. Alat Berat Pertambangan
B50 juga bisa digunakan pada alat berat pertambangan berbasis mesin diesel. Kementerian ESDM mencatat hasil positif dari uji penggunaan B50 pada sektor alat berat pertambangan, termasuk pengujian kualitas bahan bakar, kinerja mesin, ketahanan operasional, dan stabilitas penyimpanan.
Hingga akhir Maret 2026, pengujian ketahanan dinamis pada alat berat pertambangan disebut telah mencapai lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan mesin yang disebabkan kualitas bahan bakar.
4. Alat dan Mesin Pertanian
Pemerintah juga memasukkan alat dan mesin pertanian sebagai sektor yang diuji menggunakan B50. Jenis ini meliputi mesin diesel untuk traktor, pompa air, alat panen, dan mesin pertanian lain yang menggunakan bahan bakar solar.
Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ESDM menyebut pengujian B50 dilakukan pada berbagai sektor, termasuk otomotif, alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan perkeretaapian.
5. Kapal dan Angkutan Laut
Kendaraan atau mesin diesel di sektor angkutan laut juga masuk cakupan uji B50. Pemerintah menyebut pengujian dilakukan untuk memastikan bahan bakar ini aman digunakan pada kebutuhan operasional lapangan, termasuk sektor kelautan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyebut B50 telah diuji pada beberapa peralatan seperti alat berat, kapal, dan truk. Menurutnya, uji coba berjalan cukup baik sebelum implementasi nasional dimulai.
6. Kereta Api dan Genset
Sektor perkeretaapian juga masuk dalam daftar penggunaan B50. Pemerintah menguji B50 pada sarana perkeretaapian, termasuk genset dan lokomotif, untuk melihat keandalan bahan bakar tersebut dalam operasional transportasi massal.
ESDM menyatakan uji implementasi B50 pada sektor perkeretaapian menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional. Pengujian dilakukan secara bertahap agar penggunaan B50 tetap aman dan sesuai kebutuhan operasional.
Bukan untuk Kendaraan Bensin
Meski disebut sebagai BBM baru, B50 tidak bisa digunakan untuk semua kendaraan. BBM ini bukan untuk sepeda motor bensin, mobil bensin, kendaraan hybrid berbasis bensin, atau kendaraan yang menggunakan Pertalite, Pertamax, maupun BBM sejenis bensin lainnya.
B50 hanya relevan untuk kendaraan dan mesin diesel karena komposisinya adalah campuran biodiesel dan solar. Karena itu, pemilik kendaraan tetap perlu memastikan jenis mesin dan rekomendasi pabrikan sebelum menggunakan B50.
Tetap Perhatikan Rekomendasi Pabrikan
Meski pemerintah menyatakan hasil uji B50 menunjukkan hasil aman, masyarakat tetap disarankan memperhatikan buku manual kendaraan, rekomendasi pabrikan, dan kondisi mesin. Terutama untuk kendaraan lama, kendaraan dengan sistem injeksi sensitif, atau kendaraan yang jarang dirawat.
Penggunaan bahan bakar dengan kadar biodiesel lebih tinggi dapat memerlukan perhatian tambahan pada filter bahan bakar, kebersihan tangki, dan jadwal perawatan berkala. Karena itu, implementasi B50 perlu dibarengi edukasi kepada pengguna kendaraan diesel.
Kesimpulan
Secara umum, kendaraan yang bisa memakai BBM B50 adalah kendaraan dan mesin berbahan bakar diesel. Daftarnya meliputi mobil diesel, pikap diesel, truk, bus, alat berat, alat pertanian, kapal, genset, hingga kereta api.
Namun, belum ada daftar resmi pemerintah yang merinci merek dan model kendaraan tertentu yang direkomendasikan memakai B50. Pemerintah baru menyebut kategori sektor dan hasil pengujian. Karena itu, penggunaan B50 tetap sebaiknya mengikuti spesifikasi teknis kendaraan dan rekomendasi pabrikan.
Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Tinggalkan Balasan