Estimasi waktu baca: 3 menit

Kementerian ESDM menyebut harga Pertamax dan BBM nonsubsidi bisa kembali turun jika harga minyak dunia ikut melemah.

CYRUSTIMES, JAKARTAHarga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi jenis Pertamax masih berpeluang turun lagi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menyebut penurunan harga itu bergantung pada pergerakan harga minyak dunia.

Pernyataan tersebut muncul setelah harga Pertamax sebelumnya naik cukup tajam mulai 10 Juni 2026. BBM RON 92 itu naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Reuters mencatat kenaikan Pertamax mencapai sekitar 32,1 persen, sedangkan Pertamax Green naik sekitar 31,8 persen.  

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memastikan harga BBM nonsubsidi bisa kembali turun apabila harga minyak mentah dunia ikut melemah. Pernyataan itu juga disampaikan dalam di Jakarta pada Rabu, 17 Juni 2026.  

“Apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun,” kata Dwi dikutip dari CNBC Indonesia.

Kementerian ESDM juga menyampaikan hal serupa melalui Antara. Harga BBM nonsubsidi disebut bisa turun apabila harga minyak mentah dunia turut mengalami penurunan. Pernyataan itu disampaikan Dwi Anggia pada Rabu, 17 Juni 2026.  

Meski begitu, belum ada pengumuman resmi penurunan harga Pertamax dalam waktu dekat. Pemerintah baru menegaskan bahwa peluang koreksi harga tetap terbuka, terutama karena BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme harga keekonomian.

Berbeda dengan Pertalite dan Solar subsidi, harga BBM nonsubsidi lebih dinamis. Komponen perhitungannya dipengaruhi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, hingga margin badan usaha.

Kenaikan Pertamax sebelumnya memicu perhatian publik karena terjadi di tengah tekanan biaya hidup. Reuters melaporkan, harga Pertalite tetap tidak berubah saat Pertamax dan Pertamax Green mengalami kenaikan. Pemerintah juga menyebut dampak inflasi dari kenaikan itu diperkirakan terbatas karena BBM tersebut tidak dominan digunakan transportasi umum.  

Namun, bagi sebagian pengguna kendaraan pribadi, pelaku usaha kecil, hingga pekerja harian, kenaikan harga Pertamax tetap terasa langsung pada pengeluaran rutin. Karena itu, sinyal peluang penurunan harga menjadi perhatian publik.

Dengan posisi tersebut, arah harga Pertamax dalam beberapa waktu ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan harga minyak dunia. Jika tren pelemahan minyak berlanjut, ruang penyesuaian turun untuk BBM nonsubsidi dinilai semakin terbuka.

Sebaliknya, jika harga minyak kembali menguat atau nilai tukar rupiah tertekan, harga Pertamax berpotensi bertahan di level saat ini. Pemerintah dan Pertamina masih perlu menyampaikan pembaruan resmi agar publik tidak hanya bergantung pada spekulasi pasar.

Alternatif Judul

  1. Pertamax Bisa Turun Lagi
  2. ESDM Buka Peluang Pertamax Turun
  3. Harga Pertamax Tergantung Minyak Dunia
  4. Pertamax Naik, Peluang Turun Terbuka
  5. BBM Nonsubsidi Berpeluang Turun
  6. ESDM: Pertamax Bisa Turun
  7. Harga Minyak Jadi Penentu Pertamax

Frasa Kunci Utama

Harga Pertamax Turun

Slug SEO

pertamax-berpeluang-turun-lagi

Caption Foto

Petugas SPBU melayani pengisian BBM Pertamax. Kementerian ESDM menyebut harga BBM nonsubsidi masih berpeluang turun jika harga minyak dunia melemah.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.