Estimasi waktu baca: 3 menit baca

Hotel Tempat Menhut Menginap di Palangka Raya Jadi Lokasi Protes Karhutla

CYRUSTIMES, PALANGKA RAYA – Swiss-Belhotel Danum di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan saat kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Hotel yang menjadi lokasi menginap sang menteri itu didatangi sejumlah pemuda yang menggelar aksi protes pada Senin (12/10/2026) malam.

Aksi tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di depan hotel ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi sorotan masyarakat Kalteng. Para pemuda menyampaikan kritik terhadap penanganan karhutla sekaligus mendesak evaluasi terhadap kepemimpinan di Kementerian Kehutanan.

Dalam dokumentasi terlihat, seorang peserta aksi tampak menyampaikan orasi menggunakan pengeras suara di area depan hotel. Sejumlah orang lainnya berada di sekitar lokasi ketika aspirasi disampaikan.

Kehadiran massa membuat hotel tersebut menjadi titik perhatian di tengah kunjungan pejabat pemerintah pusat ke Palangka Raya.

Hotel Tempat Menhut Menginap Jadi Lokasi Aksi

Swiss-Belhotel Danum merupakan hotel di Palangka Raya yang menjadi lokasi aksi protes para pemuda. Massa mendatangi area depan hotel untuk menyuarakan tuntutan mereka terkait penanganan karhutla di Kalteng.

Koordinator aksi, Afan Safrian, bersama para pemuda menyampaikan kekecewaan terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang mereka nilai perlu dievaluasi.

Mereka meminta pemerintah mengambil langkah lebih serius untuk mencegah kebakaran berulang, memperkuat penanganan titik api, serta memastikan dampak karhutla terhadap masyarakat mendapat perhatian.

Aksi di depan hotel menjadi cara para pemuda menarik perhatian terhadap persoalan lingkungan yang mereka anggap belum terselesaikan.

Meski demikian, tuntutan dan penilaian yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut merupakan aspirasi peserta aksi. Penilaian menyeluruh terhadap kinerja pemerintah perlu mempertimbangkan data penanganan, pembagian kewenangan antarinstansi, dan kondisi faktual di lapangan.

Pemuda Soroti Penanganan Karhutla

Karhutla menjadi persoalan yang berdampak luas bagi masyarakat Kalteng, terutama ketika kebakaran memicu kabut asap dan menurunkan kualitas udara. Penanganannya membutuhkan koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat.

Dalam konteks itu, para pemuda menilai kunjungan pejabat perlu diikuti langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat, bukan sekadar pemantauan atau kegiatan seremonial.

Mereka mendorong penguatan pencegahan, penanganan kebakaran secara cepat, pengawasan wilayah rawan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Aspirasi tersebut juga menyoroti harapan agar masyarakat mendapatkan perlindungan dari dampak kebakaran dan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Desak Raja Juli Antoni Dievaluasi

Salah satu tuntutan yang disampaikan dalam aksi di Kalteng tersebut adalah pencopotan Menhut Raja Juli Antoni. Para pemuda menilai perlu ada pertanggungjawaban dan evaluasi terhadap penanganan karhutla.

Tuntutan itu menjadi bagian dari kritik massa terhadap pemerintah pusat dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di Kalteng.

Namun, desakan pencopotan merupakan sikap politik peserta aksi dan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran oleh pejabat yang dituju. Penilaian terhadap kinerja kementerian tetap perlu didasarkan pada data dan pelaksanaan tugas sesuai kewenangannya.

Penanganan karhutla sendiri tidak hanya melibatkan Kementerian Kehutanan, tetapi juga berbagai instansi pusat dan daerah. Karena itu, hasil penanganan perlu dilihat secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, pemadaman, pengawasan, hingga penindakan terhadap pelaku yang terbukti melanggar hukum.

Sorotan Publik Tak Berhenti pada Lokasi Menginap

Aksi di depan Swiss-Belhotel Danum menunjukkan bahwa kunjungan pejabat pusat ke daerah dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Bagi pemuda yang berunjuk rasa, persoalan utama bukan semata-mata lokasi menginap Menteri Kehutanan, melainkan harapan agar penanganan karhutla di Kalteng menunjukkan hasil nyata.

Masyarakat membutuhkan upaya pencegahan yang konsisten, penanganan kebakaran yang efektif, penegakan hukum yang transparan, serta langkah perlindungan ketika kabut asap mengancam kesehatan dan aktivitas warga.

Hingga artikel ini disusun, tanggapan resmi Raja Juli Antoni terhadap tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut belum dapat dikonfirmasi untuk dimuat dalam berita ini.

Cyrustimes akan terus mengikuti perkembangan aksi dan respons pemerintah terkait tuntutan pemuda serta penanganan karhutla di Kalteng.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja