Estimasi waktu baca: 4 menit

Membuka Peta Persaingan Fase Gugur 16 Besar

CYRUSTIMES, JAKARTAPiala Dunia 2026 memasuki fase paling kejam. Babak 32 besar langsung mengubah peta persaingan, setelah sejumlah tim unggulan dipaksa bekerja keras, bahkan beberapa raksasa mulai tersingkir dari jalur perebutan gelar.

Format baru 48 tim membuat fase gugur tahun ini terasa lebih panjang dan padat. FIFA menempatkan babak 32 besar sebagai pintu awal menuju 16 besar, sebelum turnamen bergerak ke perempat final, semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final. Laga puncak dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.

Advertisement

Kanada dan Maroko Buka Jalur 16 Besar

Kanada menjadi salah satu cerita besar awal fase gugur. Tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 itu menyingkirkan Afrika Selatan dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut membawa Kanada ke babak 16 besar dan membuka peluang memperpanjang kejutan di depan publik sendiri. (Sportsnet.ca)

Maroko juga menjaga napas panjangnya di turnamen ini. Wakil Afrika itu melewati Belanda lewat adu penalti dan memastikan duel melawan Kanada di babak 16 besar. Pertemuan Kanada kontra Maroko kini menjadi salah satu laga yang paling menarik, karena mempertemukan tuan rumah yang sedang percaya diri dengan tim Afrika yang tampil disiplin di fase gugur. (SB Nation)

Jerman Tersingkir, Paraguay Tunggu Lawan

Kejutan besar datang dari jalur Jerman. Paraguay menyingkirkan Jerman lewat adu penalti dan melaju ke babak 16 besar. Hasil itu memberi tekanan besar kepada salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia, sekaligus mengangkat Paraguay sebagai ancaman serius di fase gugur.

Advertisement

Paraguay kini menunggu pemenang laga Prancis kontra Swedia. Duel tersebut menjadi sorotan karena Prancis datang dengan reputasi sebagai salah satu kandidat juara, sedangkan Swedia mencoba mengganggu skenario besar tim-tim unggulan Eropa.

Pelatih Swedia, Graham Potter, sebelumnya menyebut Prancis sebagai lawan dengan kualitas hampir merata di semua lini. Ia menilai timnya harus tampil mendekati sempurna untuk menghentikan Prancis.

Brasil Lolos, Norwegia Berburu Tiket

Brasil juga menjaga langkahnya di fase gugur setelah melewati Jepang. Kemenangan itu membawa Brasil menunggu pemenang laga Pantai Gading kontra Norwegia di babak 16 besar.

Advertisement

Norwegia menjadi perhatian karena kembali menurunkan kekuatan utama. Erling Haaland, Martin Ødegaard, dan Alexander Sørloth masuk dalam susunan pemain saat menghadapi Pantai Gading. Keputusan itu menunjukkan Norwegia tidak ingin mengulang kesalahan setelah sebelumnya mengistirahatkan sejumlah pemain penting.

Pantai Gading juga tidak datang sebagai pelengkap. Mereka mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur, lalu mencoba mengimbangi kekuatan fisik dan organisasi permainan Norwegia. Pelatih Emerse Fae harus kehilangan Wilfried Singo, tetapi masih memiliki Evan Ndicka dan sejumlah pemain yang bisa menjaga keseimbangan tim.

Meksiko Hadapi Trauma Lama

Meksiko menghadapi Ekuador dalam laga yang sarat tekanan psikologis. Sebagai tuan rumah bersama, Meksiko membawa harapan besar publiknya sendiri. Namun sejarah panjang kegagalan melewati fase gugur kembali membayangi langkah mereka.

Advertisement

Sejak 1994, Meksiko kerap lolos dari fase grup, tetapi berulang kali gagal menembus perempat final. Tahun ini, situasinya terasa berbeda karena Meksiko tampil solid di fase grup dengan tiga kemenangan dan tanpa kebobolan.

Ekuador bukan lawan ringan. Mereka datang setelah kemenangan penting atas Jerman di fase grup. Hasil itu membuat Ekuador tampil dengan modal mental kuat, meski mereka tetap harus menjaga keseimbangan karena menghadapi tuan rumah yang sedang berada dalam momentum besar.

Jadwal Panas Berikutnya

Rangkaian babak 32 besar masih menyisakan sejumlah laga besar. Inggris akan menghadapi DR Kongo, Belgia bertemu Senegal, Amerika Serikat melawan Bosnia dan Herzegovina, Spanyol menghadapi Austria, Portugal bertemu Kroasia, Swiss melawan Aljazair, Argentina menghadapi Cape Verde, Australia melawan Mesir, dan Kolombia bertemu Ghana.

Advertisement

Dari daftar tersebut, Argentina dan Portugal kembali menarik perhatian karena peluang pertemuan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih menjadi cerita besar turnamen. Namun jalur menuju skenario itu tidak mudah. Kedua tim harus melewati fase gugur yang penuh tekanan, rotasi pemain, dan potensi adu penalti.

Piala Dunia 2026 kini memasuki fase tanpa ruang kesalahan. Satu kekeliruan kecil bisa mengakhiri perjalanan panjang sebuah negara. Di titik ini, nama besar tidak lagi cukup. Konsistensi, mental, dan kedalaman skuad akan menentukan siapa yang bertahan sampai akhir.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement

Advertisement