Estimasi waktu baca: 4 menit

Nvidia Sepakati Akuisisi Hugging Face Senilai Rp229 Triliun

CYRUSTIMES, JAKARTA – Nvidia mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi platform pengembang kecerdasan buatan Hugging Face dengan nilai 12,9303 miliar dolar AS.

Nilai tersebut setara sekitar Rp228,7 triliun atau dibulatkan menjadi Rp229 triliun berdasarkan kurs referensi pada hari pengumuman transaksi.

Kesepakatan ini menjadi salah satu akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Nvidia. Langkah tersebut memperluas bisnis perusahaan dari produsen chip kecerdasan buatan menuju ekosistem perangkat lunak, model terbuka, data, dan layanan pengembangan AI.

Nilai Akuisisi Mencapai 12,93 Miliar Dolar AS

Nvidia mengumumkan kesepakatan akuisisi Hugging Face pada Kamis (3/9/2026).

Dari total nilai transaksi, sekitar 11,9 miliar dolar AS akan dibayarkan kepada investor dan pemegang saham Hugging Face.

Nvidia juga menyiapkan program retensi berbasis saham senilai maksimal 1 miliar dolar AS bagi karyawan Hugging Face yang bergabung dengan perusahaan.

Jika dikonversikan menggunakan kurs JISDOR pada 3 September 2026 sebesar Rp17.689 per dolar AS, total nilai kesepakatan mencapai sekitar Rp228,7 triliun.

Dengan demikian, nilai Rp213 triliun tidak lagi sesuai dengan kurs referensi pada hari pengumuman akuisisi.

Transaksi Masih Berupa Kesepakatan Akuisisi

Pengumuman tersebut menunjukkan Nvidia telah mencapai kesepakatan untuk membeli Hugging Face.

Artinya, proses akuisisi belum dapat dianggap sepenuhnya selesai sebelum seluruh tahapan transaksi dan ketentuan yang diperlukan dituntaskan.

Nvidia dan Hugging Face selama ini telah bekerja sama dalam menyediakan layanan komputasi dan perangkat pengembangan AI.

Akuisisi tersebut akan membawa hubungan kedua perusahaan menuju integrasi yang lebih luas, terutama pada infrastruktur, distribusi model, evaluasi, dan penerapan kecerdasan buatan.

Apa Itu Hugging Face?

Hugging Face merupakan platform yang banyak digunakan pengembang, peneliti, perusahaan, dan institusi untuk mencari, membagikan, mengevaluasi, serta menjalankan model kecerdasan buatan.

Platform tersebut kerap digambarkan sebagai pusat kolaborasi pengembangan AI karena menyediakan model, dataset, pustaka perangkat lunak, dan aplikasi.

Hugging Face memiliki lebih dari 18 juta pengguna yang terdiri atas pengembang, peneliti, dan kreator.

Platform itu juga digunakan oleh lebih dari 200 ribu perusahaan untuk menemukan, mengevaluasi, menyesuaikan, dan menerapkan teknologi AI.

Konten yang tersedia dalam ekosistem Hugging Face meliputi:

  • Lebih dari tiga juta model AI
  • Sekitar 500 ribu dataset
  • Lebih dari satu juta aplikasi
  • Pustaka perangkat lunak pengembangan AI
  • Layanan komputasi dan penerapan model

Hugging Face didirikan pada 2016 oleh Clément Delangue, Julien Chaumond, dan Thomas Wolf.

Perusahaan yang berbasis di New York tersebut sebelumnya memiliki valuasi sekitar 4,5 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan yang diumumkan pada 2023.

Hugging Face Tetap Menjadi Platform Terbuka

Nvidia menyatakan Hugging Face akan tetap menjadi platform terbuka bagi seluruh ekosistem kecerdasan buatan.

Pengembang tetap dapat memilih model, kerangka kerja, layanan komputasi awan, penyedia inferensi, dan perangkat keras yang ingin digunakan.

Nvidia juga menyatakan penggunaan chip atau sistem komputasinya tidak akan menjadi persyaratan untuk membangun dan menjalankan model melalui Hugging Face.

Platform tersebut akan terus mendukung model sumber terbuka dan open-weight dari berbagai pengembang.

Dukungan terhadap sistem multi-cloud dan berbagai jenis akselerator komputasi juga dijanjikan tetap tersedia setelah akuisisi.

Akuisisi Perkuat Posisi Nvidia di Industri AI

Selama ini, Nvidia dikenal sebagai produsen prosesor grafis dan chip yang menjadi fondasi pusat data kecerdasan buatan.

Akuisisi Hugging Face membuat Nvidia memiliki hubungan lebih dekat dengan jutaan pengembang yang menggunakan model dan perangkat lunak AI.

Nvidia dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk memperluas penggunaan infrastruktur komputasi, perangkat lunak, dan layanan kecerdasan buatannya.

Strategi itu juga dapat mengurangi ketergantungan Nvidia terhadap penjualan chip kepada sejumlah pelanggan besar.

Beberapa perusahaan teknologi sedang mengembangkan prosesor AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap perangkat keras Nvidia.

Dengan memiliki Hugging Face, Nvidia memperluas pengaruhnya dari lapisan perangkat keras menuju distribusi model, dataset, aplikasi, dan layanan pengembangan AI.

Pengembang Khawatir soal Netralitas Platform

Meski Nvidia menjanjikan Hugging Face tetap terbuka, kesepakatan ini turut memunculkan kekhawatiran di kalangan pengembang dan analis.

Kekhawatiran utamanya adalah kemungkinan layanan Hugging Face secara bertahap lebih mengutamakan perangkat keras dan teknologi milik Nvidia.

Jika hal tersebut terjadi, dukungan terhadap chip pesaing dikhawatirkan tidak lagi mendapat perlakuan yang sama.

Nvidia membantah kekhawatiran tersebut dengan menegaskan pengembang tetap bebas memilih perangkat keras, layanan cloud, dan model yang ingin digunakan.

Dampak langsung akuisisi bagi pengguna Hugging Face diperkirakan belum terlihat dalam waktu singkat.

Perubahan baru dapat dinilai setelah proses transaksi selesai dan Nvidia mulai menjalankan strategi integrasi terhadap platform tersebut.

Akuisisi ini menegaskan ambisi Nvidia untuk tidak hanya menjadi pemasok chip, tetapi juga salah satu pengendali utama infrastruktur dan ekosistem pengembangan kecerdasan buatan global.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja