Estimasi waktu baca: 6 menit

Prediksi Piala Dunia 2026 berdasarkan odds menempatkan Prancis, Argentina, Spanyol, Inggris, dan Brasil sebagai kandidat kuat.

CYRUSTIMES, JAKARTA – Peta prediksi Piala Dunia 2026 kembali bergerak setelah sejumlah laga babak 32 besar selesai. Prancis kini semakin kuat di bursa peluang juara, sementara Argentina, Spanyol, Inggris, dan Brasil tetap berada dalam kelompok kandidat utama.

Perubahan itu muncul setelah fase gugur mulai menghapus sejumlah nama besar. Jerman sudah tersingkir oleh Paraguay lewat adu penalti. Belanda juga pulang setelah kalah dari Maroko. Sementara Prancis menjaga status unggulan setelah menghajar Swedia 3-0.

Advertisement

Berdasarkan daftar odds juara terbaru yang dirangkum Fox Sports, Prancis berada di posisi teratas dengan odds +340. Jika dikonversi secara sederhana, angka itu setara peluang sekitar 22,7 persen untuk menjadi juara. Argentina menyusul dengan odds +410 atau sekitar 19,6 persen. Spanyol dan Inggris sama-sama berada di +650 atau sekitar 13,3 persen. Brasil berada di +1300 atau sekitar 7,1 persen.

Odds tersebut tidak bisa dibaca sebagai kepastian. Angka pasar dapat berubah cepat mengikuti hasil pertandingan, kondisi pemain, lawan berikutnya, dan dinamika taruhan. Namun, pergerakan odds tetap menjadi indikator penting untuk membaca arah prediksi publik dan pasar terhadap peta juara.

Prancis Jadi Favorit Teratas

Prancis kini menjadi tim yang paling banyak diperhitungkan. Kemenangan 3-0 atas Swedia memberi sinyal kuat bahwa Les Bleus masih memiliki kedalaman skuad, kualitas serangan, dan kemampuan mengendalikan tekanan fase gugur.

Advertisement

ESPN juga mencatat Prancis sempat memperlebar posisi sebagai favorit setelah kemenangan atas Swedia. Dalam laporan itu, Prancis disebut bergerak dari +250 dan sempat menyentuh +190 setelah menang 3-0.

Di babak 16 besar, Prancis akan menghadapi Paraguay. Secara pasar, Prancis juga sangat diunggulkan dalam laga tersebut. Polymarket menempatkan peluang Prancis menang atas Paraguay di sekitar 84 persen, sementara Paraguay berada di kisaran 5 persen dan hasil imbang 13 persen.

Paddy Power juga menggambarkan dominasi serupa. Dalam pasar 90 menit, Prancis berada di 1/7, Paraguay 16/1, dan hasil imbang 6/1. Jika dikonversi kasar, odds 1/7 menunjukkan Prancis berada pada kisaran peluang sangat tinggi untuk menang dalam waktu normal.

Advertisement

Namun Paraguay tidak bisa dianggap selesai sebelum bertanding. Mereka sudah membuktikan diri mampu menyingkirkan Jerman. Artinya, Prancis tetap harus menghadapi lawan yang punya mental kuat dan tidak mudah runtuh.

Argentina Tetap Menempel

Argentina berada di posisi kedua dalam daftar kandidat juara. Odds +410 menempatkan sang juara bertahan dalam kelompok paling kuat, dengan estimasi peluang sekitar 19,6 persen berdasarkan konversi sederhana dari American odds.

Argentina masih harus melewati Cape Verde di babak 32 besar. Reuters mencatat Cape Verde datang sebagai kisah kejutan turnamen dan mencoba melanjutkan perjalanan bersejarahnya melawan Argentina. Namun Cape Verde tetap dipandang sebagai underdog besar.

Advertisement

Jika Argentina lolos, jalur mereka akan bertemu pemenang Australia kontra Mesir. Secara prediksi, Argentina masih lebih unggul dari sisi pengalaman, kedalaman skuad, dan kemampuan mengatur tempo pertandingan.

Spanyol dan Inggris Bersaing Ketat

Spanyol dan Inggris sama-sama berada di odds +650. Angka itu setara peluang sekitar 13,3 persen dalam konversi sederhana. Keduanya masih masuk kelompok kandidat serius, tetapi jalur mereka tidak mudah.

Spanyol akan menghadapi Austria. Jika lolos, mereka berpotensi bertemu pemenang Portugal kontra Kroasia. Jalur ini cukup berat karena Portugal dan Kroasia sama-sama memiliki pengalaman besar di turnamen elite.

Advertisement

Inggris sudah memastikan langkah ke 16 besar setelah mengalahkan DR Kongo 2-1. Namun lawan berikutnya jauh lebih berat. Inggris akan menghadapi Meksiko, tuan rumah bersama yang baru saja mengakhiri kutukan fase gugur.

Reuters mencatat Meksiko menang 2-0 atas Ekuador dan meraih kemenangan fase gugur pertama sejak 1986. Kemenangan itu terjadi di hadapan lebih dari 80 ribu pendukung di Stadion Azteca.

Duel Meksiko kontra Inggris bisa mengubah prediksi. Inggris unggul dari sisi materi pemain, tetapi Meksiko membawa momentum besar dan dukungan publik sendiri.

Advertisement

Brasil Masih Favorit Jalur, Tapi Tidak Dominan

Brasil berada di odds +1300 untuk juara dunia. Jika dikonversi sederhana, peluangnya sekitar 7,1 persen. Angka ini menunjukkan Brasil tetap masuk kandidat, tetapi tidak lagi sedominan Prancis, Argentina, Spanyol, atau Inggris dalam pasar terbaru.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi Norwegia. Polymarket menempatkan Brasil di sekitar 52 persen untuk menang, sementara Norwegia berada di 23 persen dan hasil imbang 27 persen.

Angka tersebut memperlihatkan Brasil memang diunggulkan, tetapi pasar tidak menganggap laga ini mudah. Norwegia membawa ancaman fisik dan serangan cepat. Brasil tetap favorit, tetapi celah kejutan masih terbuka.

Advertisement

Belgia Menang, Tapi Prediksi Masih Hati-hati

Belgia lolos ke 16 besar setelah menang 3-2 atas Senegal. Meski lolos, pasar sebelumnya tidak sepenuhnya menempatkan Belgia sebagai unggulan aman.

New York Post mencatat Belgia memang difavoritkan melawan Senegal dengan odds lolos -166, tetapi performa grup mereka sempat menimbulkan keraguan. Senegal juga dipandang punya nilai kejutan karena serangan yang fleksibel dan mental kompetitif.

Kini Belgia menunggu pemenang Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina. Pada pembaruan terbaru, Amerika Serikat sedang unggul 1-0 atas Bosnia. Jika hasil itu bertahan, Belgia akan menghadapi tuan rumah lain yang membawa energi stadion dan tekanan publik.

Advertisement

Maroko dan Paraguay Jadi Pengganggu Pasar

Maroko dan Paraguay menjadi dua tim yang paling mengganggu prediksi awal. Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti. Paraguay melakukan hal serupa terhadap Jerman.

SBNation mencatat peta 16 besar mulai terbentuk dengan beberapa laga besar, termasuk Kanada melawan Maroko, Paraguay melawan Prancis, Brasil melawan Norwegia, serta Meksiko melawan Inggris. Jalur perempat final juga mulai terbaca dari duel-duel tersebut.

Maroko akan menghadapi Kanada. Paddy Power menempatkan Maroko sebagai favorit dalam laga itu dengan odds 3/4, Kanada 15/4, dan imbang 12/5. Jika dikonversi kasar, Maroko berada di kisaran peluang lebih tinggi dibanding Kanada untuk menang dalam waktu normal.

Advertisement

Situasi ini memperlihatkan Maroko tidak lagi sekadar dianggap tim kejutan. Mereka mulai dipandang sebagai kandidat serius untuk mengganggu jalur perempat final.

Prediksi Sementara Berdasarkan Odds

Berdasarkan gabungan odds juara, pasar pertandingan, dan peta fase gugur, Prancis masih menjadi kandidat paling kuat. Argentina menempel ketat. Spanyol dan Inggris berada di lapis berikutnya. Brasil tetap favorit di jalurnya, tetapi menghadapi tekanan lebih besar dibanding prediksi awal.

Daftar kandidat kuat berdasarkan odds dan peta fase gugur saat ini:

  1. Prancis – sekitar 22,7 persen peluang juara berdasarkan odds +340.
  2. Argentina – sekitar 19,6 persen berdasarkan odds +410.
  3. Spanyol – sekitar 13,3 persen berdasarkan odds +650.
  4. Inggris – sekitar 13,3 persen berdasarkan odds +650.
  5. Brasil – sekitar 7,1 persen berdasarkan odds +1300.
  6. Portugal – sekitar 6,2 persen berdasarkan odds +1500.
  7. Kolombia – sekitar 2,9 persen berdasarkan odds +3300.
  8. Norwegia – sekitar 2,8 persen berdasarkan odds +3500.

Angka tersebut memakai konversi sederhana dari American odds dan belum memperhitungkan margin bandar. Karena itu, persentase harus dibaca sebagai indikator pasar, bukan prediksi matematis final.

Fase Gugur Masih Bisa Mengubah Segalanya

Piala Dunia 2026 sudah menunjukkan bahwa kejutan bukan sekadar kemungkinan. Jerman dan Belanda sudah tersingkir. Senegal juga gagal melewati Belgia. Cape Verde dan Ghana menjadi bagian dari kisah underdog yang ikut mengubah persepsi turnamen. The Guardian mencatat Ghana dan Cape Verde termasuk kejutan besar turnamen karena mampu melaju ke 32 besar meski memiliki peringkat FIFA jauh di bawah banyak lawannya.

Karena itu, odds bisa berubah dalam hitungan jam. Satu cedera, satu kartu merah, satu penalti, atau satu kejutan dari tim underdog dapat menggeser seluruh peta prediksi.

Untuk saat ini, pasar masih menunjuk Prancis sebagai favorit utama. Namun Piala Dunia tidak selalu berjalan mengikuti angka. Fase gugur justru sering dimenangkan oleh tim yang paling siap menghadapi tekanan, bukan hanya tim yang paling diunggulkan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

Advertisement