Prabowo Lantik 9 Pejabat Baru
CYRUSTIMES, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih. Belum genap dua pekan sejak perombakan besar pada 1 Oktober 2026, Prabowo kembali melantik sembilan pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Perombakan terbaru ini mencakup empat wakil menteri, tiga pimpinan lembaga pemerintah, serta dua jabatan strategis Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Salah satu perubahan mencolok adalah pergantian Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Suharyanto kepada Letjen TNI Kristomei Sianturi.
Pergantian itu berlangsung ketika sejumlah daerah, termasuk Kalimantan Tengah, menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap.
Reshuffle Kedua dalam Oktober 2026
Keputusan terbaru Presiden Prabowo melanjutkan rangkaian penataan pemerintahan yang berlangsung sejak awal Oktober.
Sebelumnya, pada 1 Oktober 2026, Prabowo merombak sejumlah posisi penting, mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, pimpinan lembaga, hingga Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Sebanyak 18 pejabat dilantik dalam perombakan tersebut.
Cyrustimes sebelumnya memberitakan pergantian sejumlah jabatan penting itu melalui artikel berjudul “Prabowo Reshuffle Kabinet 1 Oktober, 18 Pejabat Dilantik hingga Kapolri Berganti.”
Sehari kemudian, Prabowo melanjutkan penataan pemerintahan melalui pengangkatan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) serta pimpinan Badan Komunikasi Pemerintah.
Kini, 14 hari setelah reshuffle 1 Oktober, Presiden kembali melakukan perubahan dalam struktur pemerintahan.
Rangkaian tersebut berlangsung menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.
Daftar Pejabat Baru Kabinet Merah Putih
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Negara, empat wakil menteri yang dilantik Presiden Prabowo terdiri atas:
- Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
- Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan.
- Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian.
- M. Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Pelantikan keempat wakil menteri tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 42/M Tahun 2026.
Selain wakil menteri, Prabowo melantik tiga pejabat pimpinan lembaga pemerintah, yakni:
- Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB.
- Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
- Mayjen TNI Sriyanto sebagai Wakil Kepala BPGMN.
Perubahan juga menyentuh pucuk pimpinan TNI.
- Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
- Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dilantik sebagai Wakil Panglima TNI merangkap Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil.
Dengan demikian, sembilan pejabat mengisi sejumlah posisi strategis dalam rangkaian pelantikan pada 15 Oktober 2026.
Kepala BNPB Diganti Saat Karhutla Melanda
Di antara perubahan jabatan tersebut, pergantian Kepala BNPB menarik perhatian karena berlangsung di tengah penanganan karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Kristomei Sianturi menggantikan Suharyanto ketika kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan serius, khususnya di Kalimantan dan Sumatra.
Menurut laporan Reuters pada 15 Oktober 2026, pimpinan baru BNPB akan mengevaluasi kebutuhan bantuan internasional dalam upaya memperkuat penanganan kebakaran.
Di Kalimantan Tengah, kabut asap akibat karhutla sebelumnya telah mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Kondisi itu menjadikan langkah BNPB di bawah kepemimpinan baru penting bagi masyarakat terdampak.
Meski demikian, pemerintah belum secara resmi menyatakan bahwa karhutla menjadi alasan langsung pergantian Kepala BNPB.
Menjelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Reshuffle terbaru berlangsung hanya lima hari menjelang pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki tahun ketiga.
Sebelumnya, kemungkinan reshuffle kabinet menjelang 20 Oktober telah menjadi perhatian publik.
Cyrustimes juga pernah mengulas perkembangan bursa kabinet melalui pemberitaan mengenai sejumlah nama yang dikaitkan dengan kemungkinan perubahan susunan pemerintahan.
Namun, pelantikan 15 Oktober merupakan keputusan resmi Presiden, sedangkan kemungkinan perubahan berikutnya tetap harus menunggu pengumuman pemerintah.
Hingga kini, belum terdapat kepastian resmi mengenai apakah Prabowo akan kembali melakukan reshuffle pada atau setelah 20 Oktober 2026.
Yang jelas, rangkaian pelantikan sepanjang Oktober menunjukkan bahwa perubahan jajaran pemerintahan belum berhenti pada perombakan besar awal bulan.
Dengan sejumlah pejabat baru menempati posisi strategis, perhatian selanjutnya tertuju pada pelaksanaan tugas pemerintahan, terutama penanganan bencana, pengelolaan lingkungan, pertahanan, dan pelayanan publik.
Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes
Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).
⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan

Tinggalkan Balasan