Estimasi waktu baca: 7 menit baca

Menjelang 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran

CYRUSTIMES, JAKARTA – Sinyal perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian menjelang dua tahun pemerintahan pada 20 Oktober 2026.

Setelah reshuffle besar pada 1 Oktober 2026, spekulasi mengenai kemungkinan penataan lanjutan kabinet belum mereda. Rentang 12–14 Oktober 2026 diperkirakan menjadi periode yang patut dicermati untuk melihat perkembangan agenda Istana, meski belum ada pengumuman resmi yang memastikan pelantikan akan berlangsung pada tanggal tersebut.

Sejumlah figur nasional dan daerah sebelumnya telah masuk dalam pemberitaan mengenai bursa kabinet. Nama-nama itu mencakup mantan pejabat pemerintahan, tokoh politik, akademisi, hingga figur yang memiliki pengalaman di sektor ekonomi, hukum, dan lingkungan.

Dari Kalimantan Tengah (Kalteng), nama Erlin Hardi dan Aswin Usup juga kembali menjadi perhatian. Keduanya pernah dikaitkan dengan posisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Kehutanan.

Namun, seluruh nama tersebut harus dibedakan antara figur yang pernah masuk dalam pemberitaan bursa, skenario rotasi pejabat yang pernah beredar, dan kandidat yang benar-benar telah dikonfirmasi Presiden.

Evaluasi Dua Tahun Jadi Latar Bursa Kabinet

Dalam artikel Reshuffle Besar Kabinet Prabowo Menguat, Menteri dan Wamen Dievaluasi⁠ pada 17 September 2026, CyrusTimes mengulas pernyataan Prabowo mengenai evaluasi kinerja anggota kabinet setelah dua tahun pemerintahan.

Presiden menyebut masa dua tahun cukup untuk menunjukkan kemampuan dan kinerja pejabat. Ia juga membuka kemungkinan perubahan melalui promosi maupun rotasi dengan prinsip menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.

Sebelum reshuffle 1 Oktober, pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara juga telah memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan evaluasi lanjutan.

Kemudian, pada 1 Oktober, Prabowo merombak sejumlah posisi strategis. Penataan berlanjut pada 2 Oktober melalui pengangkatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan pimpinan Badan Komunikasi Pemerintah.

Dalam artikel Dua Hari Beruntun Prabowo Tata Kabinet hingga Wantimpres⁠, CyrusTimes mencatat perubahan tidak hanya menyentuh menteri, tetapi juga struktur pendukung pemerintahan.

Rangkaian tersebut menjadi konteks bagi munculnya kembali spekulasi tentang kemungkinan rotasi, promosi wakil menteri, dan pengisian jabatan yang kosong.

Bursa Figur Nasional: Sandiaga Uno hingga Chatib Basri

Artikel CyrusTimes berjudul Reshuffle Prabowo Menguat, Erlin Hardi-Aswin Usup Masuk Bursa⁠ yang terbit pada 14 September 2026 sebelumnya menyebut sejumlah figur nasional yang ikut menjadi perhatian dalam pembahasan reshuffle.

Nama-nama tersebut meliputi Sandiaga Salahuddin Uno, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Ahmad Heryawan, dan Chatib Basri.

Berikut konteks serta potensi sektor yang dapat dikaitkan dengan rekam jejak mereka. Pencantuman sektor bukan berarti mereka telah ditetapkan sebagai calon untuk jabatan tertentu.

1. Sandiaga Salahuddin Uno — sektor ekonomi dan investasi

Sandiaga Uno menjadi salah satu figur nasional yang disebut dalam pemberitaan bursa kabinet sebelumnya. Pengalamannya di pemerintahan dan sektor usaha membuat namanya relevan dalam pembahasan penguatan ekonomi, investasi, serta pengembangan kewirausahaan.

Namun, belum ada konfirmasi resmi yang menetapkan Sandiaga sebagai calon menteri koordinator atau menteri teknis dalam reshuffle lanjutan.

2. Mahfud MD — bidang hukum dan tata kelola pemerintahan

Mahfud MD juga masuk dalam daftar figur nasional yang pernah disebut CyrusTimes dalam konteks bursa reshuffle.

Pengalamannya sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan serta mantan Ketua Mahkamah Konstitusi menjadi latar yang relevan ketika membahas sektor hukum dan tata kelola pemerintahan.

Meski demikian, belum ada informasi terkonfirmasi yang menetapkan Mahfud akan kembali menduduki jabatan kabinet.

3. Busyro Muqoddas — isu hukum dan antikorupsi

Busyro Muqoddas merupakan figur yang dikenal melalui kiprahnya di bidang hukum dan pemberantasan korupsi, termasuk pernah menjabat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Namanya pernah dicantumkan dalam bursa figur nasional yang diberitakan CyrusTimes. Akan tetapi, belum terdapat kepastian mengenai jabatan pemerintahan yang dikaitkan secara resmi dengannya.

4. Ahmad Heryawan — figur politik dan pemerintahan daerah

Ahmad Heryawan, mantan Gubernur Jawa Barat, juga termasuk nama yang pernah muncul dalam pemberitaan bursa kabinet.

Pengalamannya memimpin pemerintahan daerah menjadi latar yang dapat diperhatikan dalam pembahasan figur dengan pengalaman administrasi pemerintahan. Namun, jabatan potensial yang secara spesifik akan ditempatinya belum terkonfirmasi.

5. Chatib Basri — sektor ekonomi dan kebijakan fiskal

Chatib Basri, mantan Menteri Keuangan, turut masuk dalam daftar figur nasional yang disebut CyrusTimes pada September 2026.

Pengalamannya di bidang ekonomi dan kebijakan fiskal membuat namanya relevan dalam pembahasan arah kebijakan ekonomi pemerintah. Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang mengaitkannya dengan posisi Menteri Keuangan atau jabatan kabinet lainnya.

Kelima nama tersebut perlu dipahami sebagai figur yang pernah masuk dalam pemberitaan bursa, bukan daftar resmi calon menteri yang telah disiapkan Istana.

Skenario Rotasi Pejabat yang Pernah Beredar

Selain figur dari luar kabinet, sejumlah pejabat aktif juga pernah dikaitkan dengan skenario rotasi sebelum reshuffle 1 Oktober.

Dalam artikel 17 September, CyrusTimes mencatat skenario yang mengaitkan Sugiono dengan posisi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menggantikan Pratikno. Dalam skenario yang sama, Arrmanatha Christiawan Nasir disebut berpeluang menempati posisi Menteri Luar Negeri.

Skenario itu kemudian memiliki perkembangan berbeda setelah reshuffle 1 Oktober. Sugiono menempati posisi Menko PMK, Arrmanatha menjadi Menteri Luar Negeri, sedangkan Pratikno bergeser menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa skenario rotasi yang beredar sebelumnya tidak selalu sama dengan hasil keputusan akhir Presiden.

Karena itu, kemungkinan rotasi lanjutan perlu dipantau melalui perkembangan terbaru, bukan dengan menganggap seluruh skenario lama masih berlaku.

Bursa Figur Kalteng: Erlin Hardi dan Aswin Usup

Dari daerah, dua nama asal Kalimantan Tengah yang pernah masuk pemberitaan bursa kabinet adalah Erlin Hardi dan Aswin Usup.

Keduanya kembali disorot dalam artikel CyrusTimes Menuju 20 Oktober, Erlin Hardi dan Aswin Usup Bertahan di Bursa Kabinet Prabowo⁠ yang terbit pada 1 Oktober 2026.

Erlin Hardi — potensi Wakil Menteri Pekerjaan Umum

Erlin Hardi, mantan Penjabat Bupati Kapuas dengan latar belakang birokrasi dan teknik, sebelumnya pernah dikaitkan dengan posisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum.

Pencantuman namanya dalam bursa tersebut berkaitan dengan pengalaman pemerintahan dan bidang teknis. Namun, belum ada pengumuman resmi yang menyatakan Erlin telah dipanggil atau ditetapkan sebagai calon wakil menteri.

Aswin Usup — potensi Menteri Kehutanan

Aswin Usup, akademisi Universitas Palangka Raya yang memiliki latar belakang keahlian lingkungan, lahan gambut, dan kebakaran hutan, sebelumnya dikaitkan dengan posisi Menteri Kehutanan.

Figur dengan keahlian tersebut menjadi relevan dalam pembahasan pengelolaan hutan, perlindungan gambut, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, belum ada konfirmasi resmi yang memastikan Aswin akan masuk kabinet atau menduduki posisi Menteri Kehutanan.

Keduanya merupakan figur daerah yang pernah disebut dalam pemberitaan CyrusTimes. Status tersebut tidak dapat disamakan dengan pencalonan resmi ataupun keputusan pengangkatan oleh Presiden.

Mengapa 12–14 Oktober Menjadi Periode yang Dicermati?

Tanggal 12–14 Oktober berada sekitar sepekan sebelum peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada 20 Oktober.

Rentang tersebut dapat menjadi momentum untuk mencermati agenda Presiden, pernyataan pejabat Istana, dan kemungkinan perkembangan penataan pemerintahan. Namun, belum ada informasi resmi yang memastikan Istana akan disibukkan dengan proses reshuffle pada tanggal-tanggal tersebut.

Jika penataan lanjutan benar-benar dilakukan, bentuknya tidak harus berupa pergantian menteri secara besar-besaran. Perubahan dapat mencakup rotasi jabatan, promosi wakil menteri, pengisian posisi kosong, maupun penyesuaian susunan pejabat di lembaga pemerintahan.

Artikel CyrusTimes pada 8 Oktober, Istana Bantah Singkirkan Loyalis Jokowi, Ada Reshuffle Kabinet Berikutnya?⁠, juga mencatat bahwa Istana menegaskan reshuffle merupakan bagian dari penataan pemerintahan, bukan upaya menyingkirkan figur yang dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Sampai ada pengumuman resmi, tanggal 12–14 Oktober tetap merupakan periode yang diperkirakan patut dipantau, bukan jadwal pelantikan yang telah dipastikan.

Bursa Nama Belum Menjadi Keputusan Istana

Bursa reshuffle menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran mencakup figur nasional dari sektor ekonomi, hukum, dan politik, serta figur daerah seperti Erlin Hardi dan Aswin Usup.

Sejumlah pejabat aktif juga pernah masuk dalam skenario rotasi sebelum reshuffle 1 Oktober. Namun, perubahan yang telah terjadi menunjukkan bahwa keputusan akhir Presiden dapat berbeda dari skenario yang beredar.

Perhatian berikutnya tertuju pada perkembangan agenda Istana menjelang 20 Oktober 2026. Pernyataan resmi Presiden, keputusan pengangkatan dan pemberhentian pejabat, serta agenda pelantikan yang terkonfirmasi akan menjadi dasar untuk memastikan apakah reshuffle lanjutan benar-benar berlangsung.

Hingga saat itu, nama-nama yang beredar perlu tetap ditempatkan sebagai bagian dari dinamika politik, bukan daftar resmi calon menteri.

📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja