Estimasi waktu baca: 2 menit

CYRUSTIMES, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta agar seluruh penduduk Indonesia didorong memiliki rekening bank. Kebijakan tersebut disiapkan untuk memperluas inklusi keuangan sekaligus mendukung penyaluran berbagai program pemerintah secara langsung kepada masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, arahan itu disampaikan Presiden dalam pembahasan mengenai kepemilikan rekening masyarakat di Jakarta, Senin (7/9/2026).

“Bapak Presiden meminta agar penduduk Indonesia mempunyai rekening bank,” kata Airlangga dalam keterangan pers seusai pertemuan.

BRI dan BSI Diminta Menyiapkan Rekening

Airlangga menyebut Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) diminta mempersiapkan layanan rekening bagi masyarakat.

Data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan digunakan sebagai basis dan dipadankan dengan infrastruktur sistem pembayaran Bank Indonesia, termasuk QRIS.

Menurut Airlangga, rekening tersebut nantinya dapat digunakan untuk menyalurkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.

Namun, pemerintah belum menjelaskan secara terperinci mekanisme pembukaan rekening, jadwal pelaksanaan, ketentuan biaya administrasi, hingga perlindungan data pribadi dalam proses pemadanan data.

Inklusi Keuangan Indonesia Tembus 93 Persen

Kebijakan tersebut disiapkan ketika tingkat akses masyarakat terhadap layanan keuangan terus meningkat.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 69,57 persen. Sementara indeks inklusi keuangan berada di kisaran 93,6 persen.

Airlangga menilai capaian tersebut relatif baik. Kendati demikian, pemerintah masih berupaya memperluas kepemilikan rekening dan pemanfaatan layanan keuangan formal secara merata.

Penguatan literasi dinilai penting agar meningkatnya jumlah rekening juga diikuti kemampuan masyarakat memahami produk, risiko, dan pengelolaan keuangan.

Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember

Selain kepemilikan rekening, pertemuan tersebut membahas kesiapan pemerintah menghadapi El Niño dan kelanjutan program bantuan pangan.

Airlangga menyampaikan bantuan beras untuk periode hingga September 2026 berjumlah 30 kilogram per penerima. Presiden kemudian mengarahkan agar program tersebut dilanjutkan pada Oktober, November, dan Desember 2026.

Pemerintah belum mengumumkan lebih lanjut jumlah penerima, besaran alokasi, anggaran, serta jadwal penyaluran bantuan untuk periode Oktober–Desember.

Pemerintah Pantau Dampak Bencana terhadap Ekonomi

Pemerintah juga memantau dampak bencana terhadap aktivitas ekonomi di sejumlah daerah. Airlangga mengakui wilayah terdampak berpotensi mengalami kontraksi akibat berkurangnya kegiatan masyarakat dan terganggunya distribusi.

Pemantauan turut dilakukan terhadap dampak erupsi sejumlah gunung api di Indonesia. Gangguan paling nyata terjadi pada sektor penerbangan yang turut memengaruhi pengiriman kargo dan rantai logistik.

Pemerintah masih menghitung besarnya dampak ekonomi karena penutupan dan pembatasan operasional transportasi bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.

Ikuti Cyrustimes di Google Berita dan WhatsApp

Dapatkan pembaruan berita terbaru Cyrustimes.com melalui Google Berita dan Saluran WhatsApp resmi Cyrustimes.

AA3F4864-5C8D-4C02-B0C2-F53C75889A03
📰

Dukung Jurnalisme Independen Cyrustimes

Agar berita terbaru, investigasi, dan informasi penting dari Cyrustimes.com lebih mudah Anda temukan di Google, jadikan kami sebagai Sumber Pilihan (Preferred Source).

⭐ Jadikan Cyrustimes Sumber Pilihan
Gratis • Hanya membutuhkan satu klik • Dapat diubah kapan saja